Senin , 20 Maret 2017, 22:49 WIB

Meski Kurang Diminati, Kemenkeu Terus Dorong Penjualan Sukuk Ritel Terbaru

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Budi Raharjo
.
Sukuk Ritel
Sukuk Ritel

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Sejak Februari lalu, pemerintah mulai menawarkan sukuk ritel (Sukri) terbaru seri SR-009 dengan imbal hasil sebesar 6,9 persen. Sayangnya produk tersebut masih dianggap kurang peminat.

Untuk menarik minat nasabah terhadap Sukri, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan porsi untuk Sukri. Hanya saja dari sisi biaya (cost) diusahakan tidak terlalu mahal.

"Artinya kalau yang punya tabungan Rp 5 juta deposito bisa dapat special rate. Ini yang punya uang Rp 5 juta bisa akses dapat kupon sama rata. Kalau di bank kan kaya kasta," ujar Direktur Surat Utang Negara Kementerian keuangan Loto Srinaita Ginting, di Jakarta, Senin, (20/3).

Loto menyatakan, dengan adanya Sukri diharapkan nasabah lebih gemar berinvestasi daripada menabung. Ia menambahkan, Kemenkeu pun kini tengah mengkaji agar investor ritel lebih luas lagi.

"Kita coba garaplah. Lebih ke metode distribusinya. Kita kaji lagi bagaimana investor ritel di daerah mana pun. Even yang tidak terakses bank kalau minat (Sukri) bisa beli," tutur Loto.

Menurutnya produk Sukri masih menarik, dan meski peminatnya belum banyak namun sudah menunjukkan kemajuan. "Sudah bagus itu," tambahnya.