Senin , 20 March 2017, 17:38 WIB

IHSG Gagal Pertahankan Rekor Positif Setelah Aksi Ambil Untung

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Nur Aini
Republika/Agung Supriyanto
Pengunjung melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (14/3).
Pengunjung melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (14/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu mempertahankan rekor positifnya pada pekan lalu. Di perdagangan Senin (20/3), IHSG ditutup terkoreksi 0,12 persen atau 6,4 poin menjadi 5.533,99.

Padahal, IHSG berada di zona hijau pada pembukaan perdagangan tadi pagi dengan posisi 5.554. Bahkan, sempat menyentuh level 5.566 siang tadi.

Meski demikian, total penjualan oleh investor lokal lebih besar dari pada pembelian. Nilai penjualan bersih dalam penutupan hari ini mencapai Rp 4, 6 triliun, sementara pembelian berada di angka Rp 3,8 triliun.

‘’Tadi kan sempat menguat karena pasar lagi testing resisten untuk capai high record lagi. Tapi penguatan mulai terbatas seiring aksi profit taking (ambil untung),’’ ucap Analis Binaartha Reza Priyambada, saat dihubungi, Senin (20/3).

Aksi ambil untung itu menyebabkan 163 saham melemah, 149 saham menguat, dan 118 saham lainnya stagnan, dalam perdagangan sebanyak 11,57 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp 7,57 triliun. Sektor–sektor yang mengalami penurunan adalah sektor konsumsi, perdagangan, manufaktur, pertambangan, infrastruktur, dan properti. Adapun yang berada di zona hijau adalah pertanian dan perkebunan, keuangan, industri dasar, dan aneka industri.

Berita Terkait