Ahad , 08 January 2017, 20:42 WIB

SBSN Diproyeksi Bakal Laris

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Friska Yolanda
Antara/Hafidz Mubarak A.
Alat berat digunakan untuk membangun pondasi pada proyek rel kereta api dwiganda (DDT) Paket A Manggarai-Jatinegara di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (28/12).
Alat berat digunakan untuk membangun pondasi pada proyek rel kereta api dwiganda (DDT) Paket A Manggarai-Jatinegara di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (28/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Keuangan akan melelang lima seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), empat di antaranya sukuk proyek. Penerbitan sukuk ini dinilai akan direspons positif oleh pasar.

Peneliti Ekonomi Syariah SEBI School of Islamic Economics Aziz Setiawan mengatakan, secara umum, likuditas di pasar keuangan masih tinggi dan masyarakat juga cenderung meningkatkan investasi dibandingkan konsumsi. Likuiditas lembaga keuangan syariah juga masih cukup tinggi di tengah ekspansi pembiayaan yang masih rendah.

"Dengan kondisi pasar demikian, sebenarnya respons pasar dan masyarakat akan positif terhadap penerbitan SBSN atau sukuk," ujar Aziz pada Republika.co.id, Ahad (8/1).

Meski dinilai positif, yang menjadi tantangan menurutnya adalah harus adanya edukasi ekstra untuk sukuk proyek mengingat fiturnya yang berbeda dengan sukuk lainnya yang selama ini telah diterbitkan pemerintah. Penerbitan sukuk dan sukuk ritel selama ini selalu oversubscribe atau kelebihan permintaan sehingga ia menilai, dengan edukasi tentang fitur dan profil risiko yang jelas dari sukuk proyek, potensi kelebihan permintaan pada sukuk proyek ini akan sama dengan sukuk ritel.

Minimnya pemahaman terkait sukuk proyek membuat banyak investor menilai berinvestasi di sukuk jenis ini lebih berisiko. "Padahal sebenarnya tidak. Di sinilah pemerintah terutama Kemenkeu harus melakukan sosialisasi, marketing dan edukasi investor lebih kuat," tutur Aziz.

Edukasi dan sosialisasi ini diperlukan karena karena nilai sukuk yang akan diluncurkan cukup besar. Ke depan, ia menilai apabila sudah dipahami investor, sukuk jenis ini tentu akan lebih mudah diterima.

Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)/Sukuk Negara akan diaksanakan pada Selasa, 10 Januari 2017. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, Seri SBSN yang akan dilelang adalah seri SPN-S (Surat Perbendaharaan Negara-Syariah) dan PBS (Project Based Sukuk). Sukuk ini diterbitkan untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2017. 

Lelang dibuka pukul 10.00 WIB dan ditutup pukul 12.00 WIB. Hasil lelang akan diumumkan pada hari yang sama. Penempatan akan dilaksanakan pada tanggal 12 Januari 2017 atau 2 hari kerja setelah tanggal pelaksanaan lelang (T+2). Ketentuan mengenai pelaksanaan lelang termasuk penghitungan nilai setelmen diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor 05/PMK.08/2012.

SBSN seri SPN-S akan diterbitkan menggunakan akad Ijarah Sale & Lease Back, dan telah mendapat pernyataan kesesuaian syariah dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) nomor B-250/DSN-MUI/VII/2011. Sedangkan, SBSN seri PBS menggunakan akad Ijarah Asset to be Leased, dan telah mendapat pernyataan kesesuaian syariah dari DSN-MUI nomor B-234/DSN-MUI/VI/2012.