Kamis , 19 November 2015, 19:01 WIB

Transaksi Uang Elektronik di Indonesia Capai Rp 4,3 Triliun

Rep: Binti Sholikah/ Red: Nidia Zuraya
Pekerja memperlihatkan kartu e-money berlogo Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) 'Cinta Non-Tunai, Cinta Rupiah' di pusat perbelanjaan, Jakarta, Kamis (19/11).  (Republika/Tahta Aidilla)
Pekerja memperlihatkan kartu e-money berlogo Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) 'Cinta Non-Tunai, Cinta Rupiah' di pusat perbelanjaan, Jakarta, Kamis (19/11). (Republika/Tahta Aidilla)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nominal transaksi menggunakan uang elektronik sudah mencapai Rp 4,3 triliun per September 2015. Nominal transaksi tersebut mencakup semua kegiatan transaksi, seperti parkir, pembayaran merchant, tol, transportasi, dan sebagainya. 

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Kebijakan dan Pengawasa Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Enny V Panggabean, menyebutkan, pertumbuhan uang elektronik sangat mengembirakan. Dari Agustus 2014 sampai Septemebr 2015 pertumbuhan uang elektronik mencapai 71,7 persen. Volume transaksi naik 217 persen. 

"Transaksinya ritel, kecil tapi sangat powerfull," ucapnya di sela-sela acara Festival Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) di Jakarta, Kamis (19/11). 

Enny memaparkan, saat ini sudah beredar 43 juta uang elektronik, dengan 450 juta volume transaksi dan outstanding nominal uang elektronik sebesar Rp 4,3 triliun. Penerbit uang elektronik mencakup, bank umum sebanyak 40 persen, BPD 5 persen, dan Lembaga selain bank (LSB) sebanyak 55 persen. 

Enny menjelaskan, GNNT sudah dicanangkan sejak Agustus 2014. Meskipun pertumbuhannya luar biasa, namun share uang elektronik masih cukup kecil, hanya 1 persen dibandingkan total transaksi elektronik.

Sedangkan share transaksi elektronik dibandingkan total transaksi uang tunai hanya 10 persennya. Dia berharap GNNT bisa menjadikan masyarakat semakin terbiasa menggunakan pembayaran non tunai.