Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kurs Rupiah Melemah

Senin, 22 April 2013, 10:18 WIB
Komentar : 0
Republika/Wihdan Hidayat
Rupiah
Rupiah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Senin (22/4) pagi melemah seiring dengan negatifnya beberapa mata uang Asia. Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak melemah sebesar 30 poin menjadi Rp 9.775 dibanding posisi sebelumnya Rp 9.745 per dolar AS.

"Beberapa kalangan analis menilai, ekonomi AS masih dapat tumbuh meski sebagian data indikator ekonominya mengalami perlambatan. Ekspektasi itu mendorong dolar AS kembali menguat," kata pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara, Ruly Nova di Jakarta, Senin (22/4).

Meski demkian, ia menambahkan nilai tukar domestik masih dapat kembali menguat seiring fundamental ekonomi Indonesia yang positif dengan perkiraan pertumbuhan sebesar 6,2 persen-6,5 persen. Selain itu, lanjut dia, Bank Indonesia (BI) juga akan masih menjaga fluktuasi nilai tukar domestik di pasar uang agar tetap stabil.

Ruly juga mengatakan pemerintah yang sedang merencanakan untuk menaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi roda empat akan dapat membantu defisit neraca perdagangan menurun. "Dengan defisit neraca yang turun maka diharapkan dapat membuat nilai tukar rupiah bergerak positif, selama ini salah satu pendorong kurs domestik melemah yakni defisit neraca perdagangan," katanya.

Menurut dia, migas merupakan salah satu faktor terjadinya defisit neraca perdagangan dalam negeri. Sementara itu, Ekonom Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih memproyeksikan nilai tukar rupiah diperkirakan ada potensi menguat menjelang lelang surat utang negara (SUN). "Rencana lelang SUN biasanya akan direspon dengan penguatan rupiah," katanya.

Redaktur : Nidia Zuraya
Sumber : Antara
Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar