Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Dukung Earth Hour, BNI Pangkas Konsumsi Listrik 4,68 MW

Jumat, 22 Maret 2013, 11:57 WIB
Komentar : 0
Republika
Bundaran HI ketika Earth Hour

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam rangka mendukung earth hour, PT Bank Negara Indonesia Tbk akan melakukan penghematan listrik. Perseroan akan melakukan pemadaman listrik selama satu jam pada 23 Maret 2013 mulai pukul 20.30.

Penghematan energi itu dilakukan tanpa menganggu pelayanan terhadap nasabah karena seluruh mesin ATM tetap berfungsi. Aktivasi program Pemadaman Lampu dan Alat-alat Elektronik itu ditandai dengan kegiatan edukasi pada seluruh Staf Kantor Pusat BNI di Jakarta, Jumat (22/3).

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari tindakan perseroan tahun lalu. BNI memangkas pasokan listrik sebesar 4,68 megawatt pada Earth Hour 2012. BNI mencatat penghematan konsumsi tenaga listrik di seluruh kantor, baik di Kantor Pusat BNI maupun di 1.893 outlet cabang dan sentra kredit yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk lima cabang luar negeri.

Sekretaris Perusahaan Tribuana Tunggadewi mengatakan, tujuan aktivasi program Earth Hour 2013 di BNI sendiri adalah mengajak pegawai untuk saling menyemangati, mengingatkan, dan merasakan manfaat Earth Hour dari tahun ke tahun. "Kami juga ingin membangun kesadaran BNI mendukung penuh peringatan Earth Hour 2013," ujar Tribuana.

Hal ini sejalan dengan bagian dari program Green Banking BNI. Pegawai BNI juga diminta untuk melakukan penghematan listrik serupa di rumah masing-masing. Dengan demikian, dampak kampanye Earth Hour yang dilakukan BNI dapat terasa lebih maksimal.

Reporter : Friska Yolandha
Redaktur : Nidia Zuraya
814 reads
Beramallah kamu sekalian, karena beramal akan merubah sesuatu yang buruk yang telah ditentukanNya padamu(HR Bukhori-Muslim)
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda