Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Krisis Keuangan Siprus Dorong Pelemahan Rupiah

Jumat, 22 Maret 2013, 10:52 WIB
Komentar : 0
Republika/Wihdan Hidayat
Rupiah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mata uang rupiah terhadap dolar AS pada Jumat (22/3) pagi bergerak melemah seiring dengan kekhawatiran pelaku pasar uang terhadap krisis keuangan di Siprus. Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta melemah tujuh poin menjadi Rp 9.735 dibanding posisi sebelumnya Rp 9.728 per dolar AS.

"Pergerakan nilai tukar rupiah masih berada dalam area negatif seiring masih adanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap masalah Siprus yang akan semakin berlarut setelah hasil pungutan suara parlemennya yang menolak syarat-syarat mekanisme dana talangan," ujar analis Trust Securities, Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (22/3).

Ia mengatakan Presiden Siprus dijadwalkan akan bertemu dengan beberapa pemimpin partai di negaranya guna mempertimbangkan negosiasi dengan Rusia untuk mendapatkan bantuan.
"Kantor bank di Siprus telah diperintahkan tetap tutup hingga Selasa pekan depan. Pemerintah sedang menganalisa untuk membatasi modal sebagai bentuk pengawasan untuk menghindari pelarian modal," katanya.

Pengamat pasar dari Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih menambahkan risiko kebangkrutan Siprus meningkat, membuat badan peringkat S&P menurunkan peringkat utang Siprus dari CCC+ (triple C plus) menjadi CCC (triple C) dengan catatan acute problems untuk sektor perbankannya. "Ketidakpastian di Siprus itu direspon negatif pasar keuangan," katanya.

Redaktur : Nidia Zuraya
Sumber : Antara
740 reads
Pulanglah pada istrimu, bila engkau tergoda seorang wanita (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda