Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Visa Investigasi Pencurian Data Kartu Kredit

Jumat, 22 Maret 2013, 01:12 WIB
Komentar : 0
rbumiya.blogspot.com
Kartu kredit, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan teknologi alat pembayaran dunia, Visa, sedang melakukan investigasi secara menyeluruh atas laporan adanya dugaan pencurian data kartu pembayaran yang diproduksi Visa. Siaran pers Visa di Jakarta, Kamis (21/3), menyebutkan bahwa pihak Visa bisa memastikan bahwa tidak ditemukan kejanggalan pada sistem proses transaksi utama Visanet.

Pihak Visa menyatakan akan terus melakukan pemantauan terhadap jaringannya untuk menemukan kegiatan transaksi yang tidak wajar. Visa juga menganjurkan pemegang kartu untuk selalu memantau rekening mereka secara teratur, teliti dalam meninjau bukti-bukti transaksi, dan segera menginformasikan bank bila ada aktivitas yang tidak wajar.

Sementara itu, General Manager Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Steve Marta mengatakan pihaknya juga sedang melakukan investigasi terhadap kasus ini. Ia menduga terjadi ketika kartu konsumen digesek dua kali (double swipe) saat melakukan transaksi, yaitu data kartu digesek di kasir komputer milik merchant setelah transaksi di EDC bank.

Sebelumnya, Bank Indonesia meminta Visa bertanggung jawab soal pencurian data nasabah kartu kredit Bank Mandiri dan BCA yang terjadi ketika digunakan berbelanja di toko Body Shop di Indonesia. "Dari informasi kami, di sistem kami tidak ada yang kena fraud. Ini memang data kartu kredit tersebut disalin dan disalahgunakan di luar negeri. Seharusnya Visa yang bertanggung jawab," kata Direktur Akunting dan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Boedi Armanto.

Menurut dia, seluruh kartu kredit di perbankan Indonesia sudah dilengkapi dengan sistem chip yang dijamin keamanannya. Sementara di luar negeri, masih ada yang menggunakan sistem "magnetic stripe" yang keamanannya di bawah kartu kredit yang basis sistem chip. Ia menduga pencurian data nasabah kartu kredit yang dipakai di mesin electronic data capture (EDC) di gerai Body Shop karena mesin tersebut bisa menyalin data milik pelanggan dan disalahgunakan di luar negeri.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
519 reads
Seorang wanita masuk neraka karena mengikat seekor kucing tanpa memberinya makanan atau melepaskannya mencari makan dari serangga tanah((HR. Bukhari))
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...