Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Investor Asing Semakin Gencar Bidik Bank Lokal

Senin, 18 Maret 2013, 14:11 WIB
Komentar : 0
Bank Asing - ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Investor asing saat ini semakin gencar mengakuisisi bank lokal. Tren investor yang datang tersebut umumnya berasal dari Asia alias negara tetangga Indonesia. Kalangan pengamat melihat asing giat menginvasi demi menyiapkan industri mereka di pasar sepotensial Indonesia guna menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan dimulai 2015 dan efektif untuk perbankan pada 2020 mendatang.

Pengamat perbankan, Farial Anwar, mengatakan kondisi perbankan Indonesia saat ini menjadi primadona yang diburu asing. Beberapa kondisi menyebabkan tak ada ruang untuk membatasi bunga kredit di negara ini. "Asing tertarik karena mereka bisa mendapatkan margin bunga bersih (NIM) di atas lima persen. Bahkan, ada yang jauh di atas itu. Ini jelas sekali misinya untuk MEA," kata Farial kepada ROL, Senin (18/3).

Negara-negara tetangga Indonesia di Asia, khususnya India, Cina, Jepang, dan Korea Selatan, di Indonesia sudah kuat di sektor industri dan perdagangan. Farial mengatakan mereka akan melengkapinya dengan kepemilikan mereka di bank lokal. Sehingga, jika mereka memerlukan kredit ekspor dan impor, bisa didukung oleh bank yang mereka miliki di negara lain, seperti Indonesia.

Direktur Eksekutif Departemen Hubungan Masyarakat Bank Indonesia (BI), Difi A Johansyah mengatakan BI sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang menguatkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) tentang kepemilikan saham bank umum. Dalam hal ini, pemegang saham pengendali asing hanya bisa memiliki 40 persen saham dari modal yang dimilikinya di bank umum. "Mereka pasti memperhitungkan SE BI tersebut. Ditambah lagi, perbankan Indonesia masih menarik," kata Difi dihubungi terpisah.

Farial menambahkan, SE BI tersebut memang menguatkan aturan sebelumnya. Namun, kesannya sedikit terlambat karena sudah lebih dari 10 bank terbaik Indonesia dimiliki asing, bahkan hingga 90 persen. "Bank-bank lokal sudah dikuasai habis-habisan oleh asing. Aturan ini kini hanya berlaku untuk bank-bank unyil saja," kata Farial. Ia juga menyoroti aturan kepemilikan bank yang terus berubah dan tak ada kerangka pemikiran jangka panjang yang menegaskan bahwa bank lokal tak boleh lagi dikuasai asing.

Saat ini ada empat bank lokal yang sedang menjalani proses akuisisi oleh asing. Di antaranya Bank Danamon, Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), Bank Mayapada, dan Bank Saudara.

Reporter : Mutia Ramadhani
Redaktur : Nidia Zuraya
747 reads
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.(QS Al-Baqarah: 39)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...