Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

BRI Kucurkan Dana Stimulasi Perumahan Rp 2,2 Triliun

Jumat, 15 Maret 2013, 16:12 WIB
Komentar : 0
BRI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Rakyat Indonesia (BRI) menargetkan penyaluran dana stimulasi perumahan melalui Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) mencapai Rp 2,2 triliun pada 2013 ini. Dana ini diutamakan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) berupa perumahan swadaya.

Direktur Bisnis Kelembagaan BRI Asmawi Syam mengatakan dana tersebut akan disalurkan kepada lebih dari 246 ribu MBR. "Tahun lalu, BRI menyalurkan dana stimulasi perumahan swadaya mencapai Rp 1,5 triliun," kata Asmawi di Jakarta, Jumat (15/3). Bantuan sepanjang 2012 disalurkan kepada 230 ribu MBR.

Keputusan memilih BRI sebagai penyalur BSPS merupakan keputusan yang disambut perusahaan dengan baik. Mengingat, BRI memiliki jaringan mencapai sembilan ribu unit kerja. Asmawi mengatakan kepercayaan ini juga akan membantu penyaluran dengan tepat jumlah dan tepat sasaran dengan berlandaskan kepercayaan antara kedua belah pihak.

Dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) akan ditransfer ke rekening toko bangunan yang ditunjuk secara swadaya oleh amsyarakat. Sehingga itu bisa digunakan untuk dana renovasi rumah dan masyarakat bisa menerima bantuan tersebut melalui domisi rumahnya langsung.

BRI juga telah memberikan cash management system untuk mendapatkan laporan keuangan setiap saat secara real time online. BRI melakukan tugas monitoring dan pengawasan terhadap penyaluran dana BSPS oleh Kemenpera melalui BRI.


Reporter : Mutia Ramadhani
Redaktur : Nidia Zuraya
531 reads
Dan dirikanlah shalat dan tunaikan zakat. Dan apa-apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (QS.Al-Baqarah [2]:110)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...