Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Kurs Rupiah Melemah Empat Poin

Senin, 11 Maret 2013, 09:35 WIB
Komentar : 0
ANTARA
Rupiah (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kurs mata uang rupiah terhadap dolar AS pada Senin (11/3) pagi bergerak melemah sebesar empat poin seiring dengan masih khawatirnya pelaku pasar terhadap defisit neraca perdagangan Indonesia.

Kurs nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi melemah nilainya sebesar empat poin menjadi Rp 9.690 dibanding posisi sebelumnya Rp 9.686 per dolar AS.

"Pergerakan nilai tukar rupiah bergerak lebih rendah namun tipis dibanding sebelumnya seiring kekhawatiran pelaku pasar terhadap masih defisitnya neraca perdagangan, penurunan cadangan devisa, dan inflasi Februari yang lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya," kata analis Trust Securities, Reza Priyambada di jakarta, Senin.

Di sisi lain, ia menambahkan pelaku pasar juga sempat merespon terhadap rencana pemangkasan belanja AS yang senilai 85 miliar dolar AS pada awal Maret lalu.

Ia mengatakan sentimen lainnya yang melemahkan nilai tukar rupiah yakni data penurunan indeks kepercayaan investor Eropa dan indeks konstruksi Inggris serta melemahnya indeks sektor jasa Spanyol dan Italia.

"Meski demikian, pemulihan ekonomi negara-negara kawasan Euro akan berlangsung bertahap dan adanya kenaikan optimisme dari sisi kepercayaan konsumer, kondisi itu dapat membuat nilai tukar rupiah kembali berada dalam area positif," katanya.

Reza menambahkan, kebijakan stabilisasi nilai tukar yang ditempuh BI, termasuk penguatan mekanisme intervensi valas dan pembentukan referensi nilai tukar rupiah di pasar domestik, mampu meningkatkan kepercayaan pasar.

Redaktur : Fernan Rahadi
Sumber : Antara
780 reads
Hai Bani Israil, ingatlah akan nimat-Ku yang telah Ku-anugerahkan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu atas segala umat. (QS. Al-Baqarah [2]:122)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...