Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Meningkat, Kredit BNI Capai Rp 200,7 Triliun

Kamis, 28 Februari 2013, 21:42 WIB
Komentar : 0
Antara/Dhoni Setiawan
Salah satu kantor cabang BNI 46.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Negara Indonesia (BNI) berhasil menyalurkan total kredit Rp 200,7 triliun sepanjang 2012. Penyaluran kredit itu meningkat 22,8 persen di atas realisasi Rp 163,5 triliun pada 2011.

Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo, memaparkan sebanyak 74 persen dari total kredit BNI itu disalurkan ke sektor produktif. "Segmennya korporasi, menengah, kecil, internasional, dan ritel," ujarnya dalam paparan kinerja di Jakarta, Kamis (28/1).

Berdasarkan sektornya, realisasi kredit BNI didominasi pembiayaan infrastruktur. Khususnya, proyek-proyek pemerintah melalui Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Pembiayaan infrastruktur yang menonjol dari BNI diarahkan pada sektor transportasi dan konstruksi. Total yang disalurkan untuk kedua sektor itu, kata Gatot, meningkat 62,7 persen dari komitmen yang disediakan BNI, yaitu Rp 15,8 triliun.

Pembiayaan infrastruktur lainnya adalah sektor minyak dan gas bumi (migas) mencapai Rp 11,1 triliun atau 86,5 persen dari komitmen BNI. Berikutnya sektor kelistrikan mencapai Rp 10,1 triliun atau 63,4 persen dari komitmen perusahaan.

BNI berhasil menghimpun dana pihak ketiga (DPK) dari Rp 148 triliun pada 2011 menjadi Rp 172,6 triliun pada 2012. Laba bersih perusahaan mencapai Rp 7,1 triliun, meningkat 21 persen dari Rp 5,81 triliun pada 2011. "Pendapatan bunga bersih perusahaan tahun ini mencapai Rp 15,5 triliun," kata Gatot. Sementara pendapatan non bunga mencapai Rp 7,6 triliun.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
723 reads
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.(QS Al-Baqarah: 39)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

BNI Salurkan Kredit 200,7 Triliun

BRI Naikkan Rasio Pembagian Dividen 30 Persen