Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Mandiri: Persaingan Kredit akan Semakin Sengit

Senin, 25 Februari 2013, 21:46 WIB
Komentar : 0
Republika/Wihdan Hidayat
A man uses ATM of Bank Mandiri for banking transaction. The biggest bank in Indonesia sits in number nine among other banks in ASEAN. (illustration).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--PT Bank Mandiri menilai pada 2013 persaingan antarbank dalam menyalurkan kredit akan lebih sengit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Saat ini LDR (Loan to Deposit Ratio) industri perbankan sudah di atas 85 persen, oleh karena itu semua bank pasti ingin menumbuhkan kreditnya," kata Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini saat jumpa pers di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin.

Menurut Zulkifli, hal tersebut menjadi tantangan bagi Bank Mandiri untuk terus mendorong peningkatan pertumbuhan penyaluran kredit pada tahun ini.
Penyaluran kredit tersebut terutama ditujukan untuk segmen mikro yang terus menunjukkan peningkatan, tuturnya.

"Pada tahun lalu Mandiri menerapkan strategi mengumpulkan dana murah. Pada tahun ini kami juga akan berkompetisi dengan bank lain dalam pengumpulan DPK (dana pihak ketiga)," ujar Zulkifli.

Penghimpunan dana pihak ketiga mencapai Rp482,9 triliun pada Desember 2012 lalu dari Rp422,2 triliun pada Desember 2011.

Selain itu, lanjut Zulkifli, tantangan lainnya pada 2013 adalah optimalisasi pertumbuhan bisnis di tengah kondisi makro ekonomi yang belum menentu.

"Kondisi makro ekonomi saat ini belum kondusif, krisis di Eropa dan Amerika belum menunjukkan perbaikan yang signifikan. Ini menjadi tantangan kami," kata Zulkifli.

Atas kinerja yang baik pada 2012, Bank Mandiri memperoleh penghargaan antara lain sebagai bank terbaik di Indonesia dari tiga publikasi terkemuka di sektor keuangan yaitu Finance Asia, Asiamoney dan The Banker.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
538 reads
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda