Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Perubahan PBB Eksplorasi Migas 'Kencangkan' Produksi

Kamis, 21 Februari 2013, 08:45 WIB
Komentar : 0
Republika/Yogi Ardhi
Bambang Brodjonegoro

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meyakini perubahan tata cara pengenaan pajak bumi dan bangunan (PBB) dalam eksplorasi minyak dan gas yang tengah dalam tahap pengkajian akan mendorong produksi migas.  

Meskipun demikian, Pelaksana Tugas Kepala BKF Kemenkeu Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengatakan produksi migas tidak hanya bergantung pada insentif ini. 

"Jika nanti produksi (migas) tidak naik, itu urusan lain," tutur Bambang kepada wartawan usai mengikuti rapat kerja dengan Badan Legislasi DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (21/2).

Bambang menjelaskan, pengenaan PBB terhadap wilayah kerja kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) nantinya akan dikenakan pada areal yang digunakan untuk eksplorasi. Sebab selama ini yang menjadi keluhan KKKS adalah seluruh area eksplorasi dikenakan PBB.

"Nanti yang mau dikenakan hanya yang produktif saja. Nanti formulasinya akan dikenalkan," ujarnya.

Lebih lanjut, Bambang mengakui adanya kemungkinan penurunan penerimaan PBB khususnya di sektor Perkebunan, Perhutanan dan Pertambangan (PBB-P3). Meskipun demikian, kompensasi berupa kenaikan produksi migas dapat menjadi tambahan tersendiri bagi lifting migas.

Di samping tentunya peningkatan investasi di sektor ini. Sebagai gambaran, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2013, target penerimaan PBB ditetapkan sebesar Rp 27,3 triliun. Dalam APBN-P 2012, penerimaan PBB tercatat Rp 29 triliun dan Rp 21 triliun diantaranya berasal dari PBB sektor P3.

Reporter : Muhammad Iqbal
Redaktur : Djibril Muhammad
720 reads
Allah melaknat orang yang menyiksa hewan dan memperlakukannya dengan sadis((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...