Monday, 2 Safar 1436 / 24 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Larangan KTA tak akan Rem Pemberian Kredit

Monday, 03 September 2012, 14:53 WIB
Komentar : 2
Republika/Wihdan
Kredit (ilustrasi)
Kredit (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- General Manager Retail Banking Program Standard Chartered Bank Indonesia, Ina Susanti, mengatakan bahwa larangan pemberian Kredit Tanpa Agunan (KTA) untuk pembayaran uang muka (DP) Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan bermotor (KKB) tidak akan mengerem pemberian kredit. Aturan itu dinilai justru akan mendukung kelancaran pemberian kredit.

“Tujuan Bank Indonesia (BI) bagus. Nasabah harus punya cash (uang tunai) 30 persen untuk kredit. Kalau tidak punya, artinya besar pasak daripada tiang (besar pengeluaran daripada pemasukan),“ ungkapnya.  

Ina mengakui, pihaknya memberikan KTA tetapi bukan untuk DP KPR dan KKB. Porsi KTA bahkan sudah di atas 25 persen dari total kredit konsumer. Rata-rata pertumbuhan KTA dalam lima tahun terakhir bahkan mencapai 25 persen. Kredit konsumer Standard Chartered mencapai 65-70 persen dari total kredit sebesar Rp 30,86 triliun pada Juni 2012.

Reporter : Nur Aini
Redaktur : Dewi Mardiani
Siapa yang mengambil hak orang lain walau sejengkal tanah akan dikalungkan hingga tujuh petala bumi(HR Bukhori-Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Keren, Ada Aplikasi untuk Mengatur Usaha Kecil Anda
NEW YORK -- Baru-baru ini, jaringan kedai kopi Starbucks mengklaim unggul dalam pembayaran lewat aplikasi ponsel dengan 7 juta transaksi seminggu. Tetapi UKM...