Kamis, 23 Zulqaidah 1435 / 18 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Larangan KTA tak akan Rem Pemberian Kredit

Senin, 03 September 2012, 14:53 WIB
Komentar : 1
Republika/Wihdan
Kredit (ilustrasi)
Kredit (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- General Manager Retail Banking Program Standard Chartered Bank Indonesia, Ina Susanti, mengatakan bahwa larangan pemberian Kredit Tanpa Agunan (KTA) untuk pembayaran uang muka (DP) Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan bermotor (KKB) tidak akan mengerem pemberian kredit. Aturan itu dinilai justru akan mendukung kelancaran pemberian kredit.

“Tujuan Bank Indonesia (BI) bagus. Nasabah harus punya cash (uang tunai) 30 persen untuk kredit. Kalau tidak punya, artinya besar pasak daripada tiang (besar pengeluaran daripada pemasukan),“ ungkapnya.  

Ina mengakui, pihaknya memberikan KTA tetapi bukan untuk DP KPR dan KKB. Porsi KTA bahkan sudah di atas 25 persen dari total kredit konsumer. Rata-rata pertumbuhan KTA dalam lima tahun terakhir bahkan mencapai 25 persen. Kredit konsumer Standard Chartered mencapai 65-70 persen dari total kredit sebesar Rp 30,86 triliun pada Juni 2012.

Reporter : Nur Aini
Redaktur : Dewi Mardiani
Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah(HR. Tirmidzi)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Atasi Masalah Grafiti, ini Cara Kreatif Washington DC
WASHINGTON --  Kota besar seperti ibukota Amerika Serikat, Washington DC, juga menghadapi masalah graffiti karena semakin banyaknya dinding gedung dan tempat umum yang...