Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ini Dia Tata Cara Menagih Utang Kartu Kredit Versi Amerika Serikat

Senin, 04 April 2011, 20:35 WIB
Komentar : 1
Cara penagih utang kartu kredit mengintimidasi nasabah, ilustrasi
Cara penagih utang kartu kredit mengintimidasi nasabah, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kasus tewasnya Sekretaris Jenderal Partai Pemersatu Bangsa (Sekjen PPB) Irzen Octa karena diintimidasi penagih utang (debt collector) membuat gusar publik. Bagaimana sebenarnya tata cara penagihan utang kartu kredit itu.

Apalagi menurut Kepala Kepolisian Resor Metropolitan (Polrestro) Jakarta Selatan, Komisaris Besar Polisi Gatot Edi Pramono, tiga penagih utang itu menginterogasi dan mengintimidasi Irzen selama 90 menit.

Dalam aksinya di kamar tertutup itu, tiga penagih utang (D, H, dan A) itu menggebrak-gebrak meja, menendang kursi, memukul tangan dan bahu korban. Hingga Irzen tak sadarkan diri.

Penyidik Polrestro Jakarta Selatan menetapkan tiga tersangka, yakni D, H dan A terkait penyebab kematian Irzen. Ketiga tersangka dikenakan Pasal 351 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penganiayaan, Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan bersama dan Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman penjara lebih dari lima tahun.

Amerika Serikat adalah negara yang mengatur ketat tata cara penagihan utang kartu kredit ini. Diatur dalam Fair Debt Collection Practices Act sejak 1977. Aturan ini diamandemen untuk diperbaiki pada 2006.

Berikut sejumlah tata cara penagihan kartu kredit dalam undang-undang itu:

1. Waktu yang sesuai untuk menghubungi nasabah lewat telepon adalah setelah pukul 8.00 pagi dan sebelum pukul 21.00 malam.

2. Jika nasabah telah diwakili oleh kuasa hukum, maka debt collector dilarang menghubungi langsung nasabah kecuali kuasa hukumnya tak mampu memberi jawaban dalam batas waktu tertentu.

3. Tidak menghubungi nasabah di tempat kerjanya jika memang perusahaan tempat nasabah bekerja melarang adanya hubungan telepon semacam itu.

4. Jika nasabah mengirim surat kepada bank atau debt collector yang menyatakan menolak untuk membayar utang atau meminta tak lagi dihubungi debt collector, maka debt collector tak boleh lagi menghubungi atau mendatangi nasabah. Debt collector hanya boleh memberitahu nasabah akan adanya langkah hukum oleh bank terkait penagihan utang.

5. Dilarang menggunakan kekerasan fisik untuk melukai

6. Dilarang menggunakan kata-kata kasar/kotor yang bertujuan melecehkan nasabah

7. Dilarang menelepon nasabah terus-menerus dengan tujuan untuk mengganggu, melecehkan, atau mengancam nasabah.

Selain lewat aturan ini, US Federal Trade Commission juga mengatur ketat tata cara penagihan kartu kredit. Termasuk hak-hak para nasabah dalam kasus tagihan kartu kredit.

Reporter : Rahmat Budi Harto
Redaktur : Stevy Maradona
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  tagih nasabah Senin, 23 Mei 2011, 14:01
menurut saya yah jgn ambil kartu kredit klo ga mau/mampu bayar..klo memang merepotkan dihubungi terus ,jangankan nasabahnya sy yg nagih juga repot telpon2 bapak/ibu yg "bandel" main petak umpet ditelepon..hhhh
  Anti Rentenir (=Bank) Senin, 4 April 2011, 22:02
Bank (=otak kapitalisme = instrumen penjajahan), merupakan praktik rentenir versi modern. Sekali RENTENIR tetap RENTENIR. Rakus, serakah, dan tak bermoral.
  CAHYA Senin, 4 April 2011, 21:04
jangan sampai ada urusan hutang dengan bank ataupun pakai kartu kredit, karena memang kebanyakan mereka suka memberi iming2, dan akhirnya menjerumuskan kita..dasar rentenir, berkedok apapun tetep namanya rentenir, makanya kita harus waspada, dan tetap bersyukur dengan apa yg Allah berikan ke kita
  ana Senin, 4 April 2011, 20:56
harusnya di indonesia juga bisa ditepkan uu khusu penagih hutang,
  tukang tagih Senin, 4 April 2011, 20:41
maaf, dulu saya gak pernah dapet pelajaran kayak begini, soalnya saya ditarget aja sama bank, asal duitnya balik 70 persen nti bagi2 ama bank, kalo ada pelajaran kayak gini kan saya gak galak2 nagihnya :D