Ahad , 22 October 2017, 17:58 WIB

Hadapi Persaingan, Semen Indonesia Perkuat Pasar Domestik

Red: Yusuf Assidiq
ANTARA FOTO
Semen Indonesia
Semen Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG  -- PT Semen Indonesia (Persero) Tbk akan memperkuat pasar domestik menghadapi persaingan pangsa pasar dengan semakin banyaknya industri persemenan secara nasional. Tercatat, saat ini sudah ada hampir 19 industri (persemenan, red).

Dikatakan Kepala Biro Komunikasi PT Semen Indonesia, Sigit Wahono, pihaknya akan mengoptimalkan 75 persen dari produksi semennya untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. "Upaya tersebut untuk mempertahankan pangsa pasar di kisaran 40-42 persen," katanya, saat kegiatan 'Jagong Gayeng Semen Indonesia Bersama Media', di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (22/10).

Sebenarnya, lanjut dia, persemenan secara nasional mengalami 'oversuplly' sekitar 30 juta ton per tahun jika semua industri semen berproduksi secara 'full' yang bisa menghasilkan 90 juta ton per tahun.

"Kalau semuanya (industri semen, red.) `full` produksi bisa menghasilkan 90 juta ton semen per tahun. Sementara kebutuhan semen secara nasional sekitar 60 juta ton per tahun," katanya.

Beberapa industri semen, kata dia, memilih mengurangi operasinya untuk penyesuaian terhadap 'oversupply', namun Semen Indonesia tetap berproduksi penuh dengan kapasitas 30 juta ton/tahun.

"Nyatanya, produksi 30 juta ton itu terserap semua di pasar. Ya, memang ada risiko harga turun untuk menghadapi persaingan harga antarkompetitor. Harus ada penyesuaian harga," ujar dia.

Namun, Sigit optimistis kebutuhan semen secara nasional akan terus naik seiring terbangunnya infrastruktur penunjang secara merata yang berdampak terhadap geliat aktivitas perekonomian.

"Makanya, kenapa kami fokus memenuhi kebutuhan dalam negeri. Industri konstruksi tumbuh enam persen dari rata-rata 5,7 persen sehingga kebutuhan semen akan meningkat," katanya.

Kemudian, papar dia, 15 persen produksi akan dikembangkan untuk produk turunan semen, seperti 'Maxstrength Cement' untuk beton, Super White Semen, 'grassboard', dan sebagainya.

"Sisanya, yakni 10 persen untuk ekspor, seperti ke beberapa negara Asia, dan Australia. Untuk sembilan negara Asia sudah bisa ekspor, Juni kemarin Tonasa ngirim semen ke Filipina," jelasnya.


Sumber : Antara