Sabtu , 14 October 2017, 05:54 WIB

Semen Indonesia Jadi Unit Pengumpul Zakat Baznas

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Budi Raharjo
dok. Baznas
Ketua BAZNAS Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA, CA mebgukuhkan Pengurus UPZ PT Semen Indonesia di Kantor Semen Indonesia, Gresik, Jawa Timur, Jumat (13/10).
Ketua BAZNAS Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA, CA mebgukuhkan Pengurus UPZ PT Semen Indonesia di Kantor Semen Indonesia, Gresik, Jawa Timur, Jumat (13/10).

REPUBLIKA.CO.ID,GRESIK -- Kelompok perusahaan di bawah payung PT Semen Indonesia resmi menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas. Semen Indonesia diharapkan jadi contoh bagi BUMN lainnya.

Ketua Baznas Bambang Sudibyo bersyukur Semen Indonesia Group sudah menjadi UPZ Baznas. ''Bergabungnya BUMN kebanggaan bangsa ini semakin memperkuat Baznas dalam upaya memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan di negeri ini,'' ungkap Bambang dalam keterangan tertulis kepada Republika.co.id, Jumat (13/10).

Dalam acara Pengukuhan Pengurus UPZ PT Semen Indonesia di Kantor Semen Indonesia, Gresik, Jawa Timur, pads Jumat (13/10), secara simbolis Baznas menerima dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari UPZ Semen Indonesia sebesar Rp 1,27 miliar. ''Alhamdulillah, Semen Indonesia menjadi contoh dan teladan bagi BUMN lain dalam mengelola zakat,'' kata Bambang.

Mantan Menteri Keuangan ini mengingatkan tentang amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2014 tentang optimalisasi pengumpulan zakat di kementerian, lembaga negara, BUMN dan sejenisnya. Ia juga menyitir Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 bahwa yang berwenang mengelola zakat, infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya adalah Baznas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dari tingkat pusat atau nasional, provinsi dan kabupaten kota. ''Ada sanksi pidana bagi pengelola zakat ilegal,'' ujar Bambang.

Hal ini secara tegas dinyatakan dalam Pasal 41 UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Guna mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan, Baznas membangun sinergi program bersama Baznas daerah serta LAZ nasional, provinsi dan kabupaten kota.

Bambang optimistis Indonesia sudah memasuki era Kebangkitan Zakat. Sebab, lanjut Bambang, selain diakomodasi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) melalui Program Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), zakat kini sudah masuk ke dalam Rencana Induk Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (Masterplan AKSI).

Tak hanya itu, manajemen Baznas juga dimodernisasi lewat penerapan ISO 9001:2015. Sehingga semakin profesional, amanah, transparan dan akuntabel.

Bambang memaparkan, Baznas juga menyiapkan sertifikasi bagi para amil. ''Hal itu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam rangka menggapai misi Baznas menjadi pengelola zakat terbaik di dunia,'' tutur Bambang.

Dalam acara peresmian UPZ Semen Indonesia, Baznas juga menyalurkan dana zakat, infak dan sedekah ke pengurus Baznas Kabupaten Gresik.

Acara tersebur dihadiri Deputi Baznas M. Arifin Purwakananta, Komisaris Independen PT Semen Indonesia Nasaruddin Umar, Wakil Bupati Gresik yang juga Penasihat Baznas Kabupaten Gresik Mohammad Qosim, Direktur SDM dan Legal sekaligus Penasihat UPZ PT Semen Indonesia Agung Yunanto, Direktur Project dan Engeneering PT Semen Indonesia Tri Abdi Satrio, Ketua UPZ Semen Padang Octoweri dan Kepala Divisi Pengumpulan UPZ Baznas Faisal Qosim.