Sabtu , 16 September 2017, 00:07 WIB

Semen Indonesia Umumkan Direksi Baru

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Dwi Murdaningsih
Antara
 Direktur Pemasaran dan Supply Chain Ahyanizzaman, Komisaris Wahyu Hidayat, Komisaris Utama Sutiyoso, Direktur SDM dan Hukum Agung Yunanto, Sekretaris Perushaan Agung Wiharto saat acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Semen Indonesia di Jakarta, Jumat (15/9). Salah satu keputusan Rapat tersebut adalah menyetujui untuk mengangkat Hendi Prio Santoso sebagai Direktur Utama.
Direktur Pemasaran dan Supply Chain Ahyanizzaman, Komisaris Wahyu Hidayat, Komisaris Utama Sutiyoso, Direktur SDM dan Hukum Agung Yunanto, Sekretaris Perushaan Agung Wiharto saat acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Semen Indonesia di Jakarta, Jumat (15/9). Salah satu keputusan Rapat tersebut adalah menyetujui untuk mengangkat Hendi Prio Santoso sebagai Direktur Utama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Semen Indonesia baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang menghasilkan keputusan pengangkatan Hendi Prio Santoso sebagai direktur utama. Hendi menggantikan posisi Rizkan Chandra yang tutup usia pada 15 Agustus lalu.

Selain itu, rapat juga menyetujui susunan pengurus Semen Indonesia yang baru. Jabatan direktur keuangan kini diisi oleh Fadjar Judisiawan. Kemudian, Benny Wendry dipercaya menduduki jabatan direktur produksi, Ahyanizzaman sebagai direktur pemasaran dan supply chain dan Doddy Sulasmono Diniawan sebagai direktur strategi bisnis dan pengembangan usaha. Adapun jabatan direktur enjiniring dan proyek dipegang oleh Tri Andisarto dan jabatan direktur SDM dan Hukum diisi Agung Yunanto.

Rapat juga menghasilkan susunan baru jajaran komisaris Semen Indonesia. Posisi komisaris utama tetap dijabat Sutiyoso. Mengisi jabatan komisaris yakni Sony Subrata, Hambra, Astera Primanto Bhakti dan Wahyu Hidayat. Adapun posisi komisaris independen kini hanya diisi dua orang, yakni Djamari Chaniago dan Nasaruddin Umar.

Direktur SDM dan Hukum diisi Agung Yunanto mengatakan, setelah adanya perubahan susunan direksi dan komisaris ini, Perseroan juga akan melakukan evaluasi strategi. Menurut Agung, pihaknya sudah merumuskan strategi yang ia sebut sebagai 3+1. Pertama, mempertahankan posisi Semen Indonesia sebagai market leader di tengah persaingan yang makin kompetitif di industri semen. Kemudian, sambung dia, Semen Indonesia juga akan melakukan diversifikasi produk dan diversifikasi wilayah demi menunjang rencana pertumbuhan.

"Diversifikasi wilayah ini terutama untuk penetrasi pasar di kawasan Asia," kata Agung, dalam konferensi pers usai RUPSLB.