Ahad , 23 Februari 2014, 21:00 WIB

Semen Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp5,37 Triliun

Red: Julkifli Marbun
Antara
PT Semen Indonesia
PT Semen Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) memubukukan laba bersih tahun buku 2013 sebesar Rp5,37 triliun atau meningkat 10,8 persen dibanding laba tahun sebelumnya Rp4,84 triliun.

Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk Dwi Soetjipto dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu, menuturkan bahwa kenaikan laba bersih perseroan seiring dengan pendapatan yang juga tumbuh sebesar 25 persen menjadi Rp24,5 triliun.

Ia mengemukakan meningkatnya pendapatan perseroan salah satunya didorong oleh kenaikan total volume penjualan pada tahun 2013 sebanyak 27,81 juta ton atau meningkat 27 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sementara volume penjualan semen domestik, katanya, tercatat 25,4 juta ton atau meningkat 13,2 persen, jauh melampui kinerja industri dalam negeri yang tumbuh sebesar 5,5 persen.

"Dengan demikian pangsa pasar perseroan meningkat menjadi 44 persen dibanding tahun 2012 yang tercatat sebesar 41 persen, sekaligus memperkokoh posisi perseroan sebagai pemimpin pasar di industri semen nasional," kata Dwi Soetjipto.

Ia mengatakan meski tahun 2013 dibayangi oleh meningkatnya beban operasional usaha yang disebabkan antara lain oleh kenaikan harga BBM industri dan tarif dasar tenaga listrik, perseroan berupaya menghindari kenaikan harga jual dengan menggelorakan inovasi yang hasil akhirnya membuahkan efisiensi.

"Peningkatan pada beban biaya antara lain juga disebabkan oleh bertambahnya aset tetap Pabrik Semen Tonasa V dan beberapa 'Packing Plant' yang mulai beroperasi pada tahun 2013, antara lain 'Packing Plant' Sorong yang sekaligus juga meningkatkan beban depresiasi," paparnya.

Namun demikian, lanjut dia, langkah perseroan membangun beberapa "packing plant" di lokasi strategis juga telah berkontribusi pada penurunan biaya pengemasan (packaging cost) dari Rp33.078 per ton semen menjadi Rp29.420.

"Hal itu merupakan bagian dari komitmen untuk memberikan harga produk yang kompetitif dan jaminan ketersediaan pasokan. Saat ini Perseroan mempunyai 22 'packing plant' yang terbentang dari Aceh hingga Papua dan ditunjang oleh 11 pelabuhan khusus (special seaport) milik sendiri serta 365 jaringan distributor utama di seluruh Indonesia," katanya.

Pada tahun 2014, lanjut dia, perseroan akan meningkatkan kapasitas produksi menjadi 31,8 juta ton atau meningkat 1,8 juta ton dari tahun sebelumnya, serta ditargetkan mencapai 40 juta ton di tahun 2017 melalui pembangunan sejumlah pabrik baru.

"Perseroan akan fokus pada daerah yang selama ini menjadi pasar utama sembari mengembangkan ke daerah baru. Oleh karenanya seluruh entitas di Grup Semen Indonesia, mulai dari anak usaha di bidang semen hingga jasa angkutan, akan bersama-sama mempertahankan pasar yang ada sekaligus merebut dan menguasai pasar potensial lainnya," ujar Dwi Soetjipto.

Sumber : Antara