Ahad , 01 April 2012, 16:06 WIB

Harga Bahan Bangunan Terlanjur Naik

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Dewi Mardiani
Republika/Wihdan Hidayat
Salah satu SPBU di Jakarta.
Salah satu SPBU di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Meski harga bahan bakar minyak (BBM) batal naik pada 1 April ini, namun harga beberapa bahan bangunan sudah terlanjur naik di kota Bandar Lampung, sepekan terakhir. Kenaikan bahan bangunan berkisar Rp 1.500 hingga Rp 2.000 dari biasanya.

Di beberapa toko bahan bangunan Jalan Imam Bonjol, Jalan Teuku Umar, dan Jalan Teuku Cik Ditiro, Bandar Lampung, Ahad (1/4), kenaikan sudah bahan bangunan terjadi sejak sepekan lalu menjelang rencana pemerintah ingin menaikkan harga BBM dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.000 per liter. 

Kenaikan cukup signifikan terjadi pada semen dan besi. Semen Padang, misalnya, dari harga Rp 53 ribu per sak menjadi Rp 55 ribu per sak, sedangkan harga besi berbagai ukuran mengalami kenaikan dengan kisaran Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per batang. “Harga semen memang naik dari distributornya, barangkali karena BBM mau naik,” kata Asan, penjaga toko bahan bangunan Tunas di Jalan Imam Bonjol.

Ia mengatakan pihaknya belum bisa menurunkan harga semen dan besi, meski harga BBM batal dinaikkan. Menurut dia, harga semen sudah diatur dari pihak distributor, dan harga berlaku semua toko bahan bangunan, tidak ada yang berbeda.

Ikhsan, warga Kemiling, mengatakan sekarang harga BBM batal naik, malah justru penjual bahan bangunan tidak menurunkan harga semen dan besinya yang sudah dinaikkan sebelumnya. “Ini ada permainan, sehingga bila BBM naik, harga semen dan besi naik lagi dua kali,” tuturnya.