Senin , 25 March 2013, 15:18 WIB

Akumulasi Konsumsi Semen Hingga 2015 Mencapai 198 Juta Ton

Rep: Dwi Murdaningsih/ Red: Heri Ruslan
Antara
PT Semen Indonesia
PT Semen Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –- Konsumsi semen diperkirakan akan terus meningkat. Ketua Asosiasi Semen Indonesia Widodo Susanto memperkirakan konsumsi semen tahun ini hingga 2015 mencapai198 juta ton.

Tahun ini, kata Widodo, konsumsi semen diperkiorakan 60-61 juta, naik 10-12 persen dibandingkan tahun 2012 yang hanya 55 juta. Dengan asumsi pertumbuhan sekitar delapan persen setiap tahun, konsumsi semen pada 2014 diperkirakan mencapai 66 juta. Pada 2015, konsumsi bisa mencapai 71 juta ton.

“Terus naik konsumsi semen di Indonesia,” ujar Widodo, Senin (25/3).

Ia mengatakan sekitar 25-30 persen semen digunakan untuk mendukung proyek infrastruktur. Sisanya, sebanyak 65 persen digunakan untuk pembangunan rumah. Konsumsi semen di Indonesia, kata dia masih didominasi di pulau Jawa.

Peningkatan konsumsi ini dibarengi dengan peningkatan kapasitas produksi. Hingga tahun 2015, kata dia diperkirakan ada tambahan kapasitas produksi hingga 15 juta ton per tahun seiring dibangun pabrik-pabrik baru.

Sebagai gambaran, satu ton kapasitas produksi semen, kata Widodo, memerlukan investasi 125-150 Dolar AS. Berdasarkan rencana strategis kementrian perindustrian, kapasitas semen pada 2015 diperkirakan mencapai 70,22 juta ton.

Pada tahun 2012, kapasitas terpasang industri semen mencapai 56,8 juta ton. Kontribusi terbesar berasal dari PT Semen Indonesia sebesar 22,5 juta ton. Perusahaan lain Indocement, Holcim Indonesia dan Semen Bosowa masing-masing berkapasitas 18,6 juta, 8,5 juta dan 3,8 juta ton. Semen Andalas, Baturaja dan Kupang masing-masing berkapasitas 1,6 juta ton, 1.3 juta dan 0,5 juta.

CEO Semen Indonesia Dwi Soetjipto optimis pihaknya menjadi pemimpin pasar di 2015. Ia nantinya akan fokus pada pemembangan kapasitas pabrik yang ada di Padang dan Rembang. Di sisi lain, untuk mendukung produksi, ia akan mengamankan ketersediaan batu bara untuk wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali.

Iapun optimis nantinya tak hanya mengisi pasar dalam negeri, tapi turut berkontribusi pada penjualan semen di wilayah regional. "Saat AEC (Asean Economic Community) nanti persaingan akan lebih besar, jangan fokus hanya di Indonesia saja," ujarnya.

Dari persaingan bisnis, kata Dwi, pengusaha semen Indonesia mengaku cukup ketar-ketir dengan berbagai pesaing dari Cina. Pasalnya, di negera itu, ada perusahaan yang  kapasitas produksinya bisa mencapai 90-100 juta ton per tahun.

Untuk tahun ini, kontribusi PT Semen Indonesia ditargetkan 27-28 juta ton. Hingga 2015, kapasitas produksi ditarget naik hingga 33 juta ton.

"Di atas 2015 (kapasitas produksi industri semen) lebih aman karena akan banyak rencana bangun pabrik baru yang terlaksana kalau sekarang masih cari lahan," ujarnya.