Kamis , 03 August 2017, 18:12 WIB

Pasar Lobster UKM Binaan PT Semen Indonesia Tembus Batam

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq
ANTARA FOTO
Semen Indonesia
Semen Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, REMBANG -- ‘Jatuh bangun’menggeluti usaha, boleh jadi sudah akrab bagi Lilik Harijanto (47), warga Dukuh Jarakan, Desa Sukoharjo, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Umumnya masyarakat pesisir, usaha yang dibangunnya pun tak jauh dari hasil perikanan laut.

Seperti berjualan ikan laut hingga menjadi pemasok cumi-cumi ke berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur, pernah ia geluti. Namun usaha yang ditekuninya ini selalu mengalami pasang surut dan akhirnya gulung tikar.

Ia pun nyaris kehabisan akal untuk membangun kembali usahanya. Karena modal yang sudah dijalankannya sudah raib tak kembali. Tak jarang pula, usaha yang dibangun hanya menyisakan utang di lembaga keuangan.

Namun semangat untuk tetap bisa membangun usaha tak pernah kendur. Di masa-masa sulit ini, ia mendapakan inspirasi dari salah satu teman, untuk membangun kembali usahanya. Hingga saat ini Lilik pun telah menjadi jutawan.

Berawal dari modal pas-pasan ia memulai dengan menjadi pengepul lobster dari para nelayan, di wilayah Rembang, sejak 2007. “Tak banyak, awalnya hanya membeli –paling banyak—empat ekor lobster dari nelayan untuk dijual kembali demi mendapatkan untung,” katanya, awal pekan ini.

Ia mengungkapkan, para nelayan di wilayah Rembang, sering mendapatkan lobster jenis Mutiara dan lobster Pakistan saat menangkap ikan. Karena hasil tangakapan utama nelayan ikan, lobster ini hanya sebatas hasil sampingan.

Bisnis keci-kecilan ini dilakoninya hingga beberapa tahun. Harapan membuncah, saat permintaan lobster terus bertambah. Namun persoalan akses permodalan nyaris menggagalkan impiannya.

Baru pada 2015, program bantuan modal PT Semen Indonesia menyentuh usaha ini. “Waktu itu saya mendapatkan pinjaman modal sebesar Rp 40 juta melalui program penguatan modal usaha mikro,” jelasnya.

Dari modal ini, iapun mengembangkan bisnis pengepul lobster. Dalam kurun waktu dua tahun, usahanya pun berkembang pesat. Usaha yang awalnya hanya beromset di bawah Rp 500 ribu terus bertumbuh.

Kini dalam satu bulan volume penjualannya rata-rata mencapai 60 koli dengan berat total 1.5 ton dengan jangkauan pasar hingga Surabaya, Jakarta bahkan hingga Batam. “Alhamdulillah, untungnya cukup lumayan,” ungkapnya.

Menurut dia, salah satu manfaat permodalan dari PT Semen Indonesia digunakan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan usaha, seperti bagaimana mengirim lobster yang benar dan meminimalkan risiko kerugian. Antara lain pengemasan yang benar dengan menggunakan kotak styrofoam.

Berita Terkait