Jumat , 10 November 2017, 18:30 WIB

Fintech Prospera Tawarkan Investasi dengan Sistem Syariah

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nur Aini
flicker.com
Fintech (ilustrasi)
Fintech (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Koperasi Cakradhara Dana Mandiri membuat inovasi baru untuk memberikan layanan finansial berbasis teknologi. Dewan Penasehat Koperasi Cakradhara Dana Mandiri Raden Aldi Ferdian mengatakan pihaknya meluncurkan inovasi produk keuangan financial technology (fintech) yaitu Prospera

Aldi memastikan Prospera berjalan dengan sistem syariah untuk menjamin pengelolaan investasi. "Prospera menjamin ini secara aman, efektif, dan prospektif," kata Aldi di kawasan SCBD, Jumat (10/11).
 
Dengan fintech tersebut, menurut Aldi Prospera bisa menjadi sistem keuangan yang dapat digunakan oleh semua lapisan masyarakat. Bahkan ia mengatakan bagi investor yang ingin memberikan modal lewat Prospera bisa dimulai dari Rp 100 ribu.
 
Dari uang tersebut, pemodal bisa memilih bisnis dengan mitra Prospera dan menerima keuntungan. "Misal dia investasi dengan uang Rp 100 ribu lalu memilih usaha development rumah. Usaha tersebut bisa membagi hasil misal dua persen dalam jangka waktu dua bulan. Maka si pemberi modal bisa mendapatkan keuntungan satu selama dua bulan masing-masing satu persen," kata Aldi.
 
Dengan begitu, ia yakin Prospera sangat terbuka untuk siapapun dan di mana pun untuk mengaksesnya. Tak hanya itu, Prospera juga menjalin kemitraan secara personal hingga kelembagaan melalui tiga prinsip mudah, aman, dan bermanfaat.
 
Aldi menjelaskan platform Prospek berbeda dari lainnya. "Karena kita kejar bukan pemodalnya atau debiturnya tapi institusi yang bisa menjamin untuk memberikan permodalan," tutur Aldi.
 
Dengan mentransisikan sistem koperasi konvensional ke digital, kata Aldi, koperasi juga diharapkan bisa transparan dan aman sehingga bisa dipertanggungjawabkan.
 
Aldi menargetkan hingga akhir tahun menarget jumlah investor di atas 500 orang. Saat ini, klien yang masih aktif bergabung dalam koperasinya hampir 2.000 sampai 3.000 orang. Dana yang sudah dikelola sampai saat ini hampir menyentuh Rp 10 miliar.