Selasa , 31 Oktober 2017, 16:01 WIB

Kembangkan Fintech, Indonesia Bisa Contoh India

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Dwi Murdaningsih
Republika/Mardiah
Ilustrasi Fintech ( Financial Technology)
Ilustrasi Fintech ( Financial Technology)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia dinilai perlu mencontoh India untuk mengembangkan industri financial technology (fintech). Sebab, kondisi kedua negara memiliki beberapa kesamaan.

"Kalau Singapura ekonominya memang sudah maju. Maka saya rasa yang lebih menarik buat Indonesia contohnya India, karena sektor informal di India sangat besar seperti di Indonesia," ujar Executive Director The Australian Centre for Financial Studies Edward Buckingham dalam diskusi fintech bersama OJK di Menara Merdeka, Jakarta, Selasa, (31/10).

Perdana Menteri India Narendra Modi, kata dia, telah mengatakan dengan jelas akan menggunakan fintech untuk mengembangkan potensi rakyatnya yang belum berpartisipasi 100 persen dalam ekonomi formal di India. "Saya rasa India dan Indonesia bisa saling belajar," kata Edward.

Dalam diskusi yang digelar OJK bekerjasama dengan Australia Indonesia Partnership for Economic Governance (AIPEG), Edward juga memaparkan hasil risetnya tentang fintech. "Saya rasa (hasil riset) ini masih awal. Jadi belum tahu pasti bagaimana perkembangan fintech yang akan berlangsung di Indonesia atau Asia Pasifik," kata dia.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pada tahap pertama ini, di Indonesia banyak berkembang fintech model Peer to Peer (P2P) lending atau pinjam-meminjam uang. Menurutnya, hal itu merupakan satu kesempatan besar bagi rakyat Indonesia terutama masyarakat di sektor informal yang belum berkesempatan mendapatkan kredit dari bank.

Edward menegaskan, fintech merupakan kesempatan bagi ekonomi Indonesia untuk berevolusi. "Jadi harus didiskusikan dan bikin banyak refleksi bagaimana mengatur bisnis supaya dapat manfaat bagi masyarakat," katanya.