Rabu , 25 October 2017, 17:20 WIB

Fintech Pinjam.co.id Rekrut Agen untuk Pemasaran

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nur Aini
Republika/ Yasin Habibi
Co-Founder dan Chief Executive Officer Pinjam.co.id Teguh Ariwibowo (kedua kanan), bersama Direktur Ritel dan SDM PT Pos Indonesia Ira Puspadewi (kiri) mendengarkan penjelasan dari karyawan tentang layanan gadai antara Pinjam.co.id dengan PT Pos Indonesia di kantor Pos Pusat, Jakarta, Rabu (25/10).
Co-Founder dan Chief Executive Officer Pinjam.co.id Teguh Ariwibowo (kedua kanan), bersama Direktur Ritel dan SDM PT Pos Indonesia Ira Puspadewi (kiri) mendengarkan penjelasan dari karyawan tentang layanan gadai antara Pinjam.co.id dengan PT Pos Indonesia di kantor Pos Pusat, Jakarta, Rabu (25/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan financial technology (fintech) Pinjam.co.id terus mengembangkan strategi bisnisnya. Setelah memperkenalkan produk gadai online serta pinjaman usaha, kini Pinjam.co.id mulai membangun sistem keagenan.

Co-Founder dan Chief Executive Officer Pinjam.co.id Teguh Ariwibowo menjelaskan, mitra dan agen sebenarnya satu ekosistem. Hanya saja, mitra berfungsi membantu simpan barang serta menyediakan transaksi sedangkan agen bertugas mengedukasi dan memasarkan produk kepada nasabah.

"Jadi pada dasarnya, nanti ada keagenan individu dan agen outlet. Agen itu simpelnya kepanjangan tangan dari kita. Diharapkan dengan mengembangkan sistem keagenan, produk kita bisa diterima masyarakat secara cepat," kata Teguh kepada wartawan di Jakarta, Rabu, (25/10).

Ia menjelaskan, masyarakat yang ingin menjadi agen bisa langsung mendaftar lewat website Pinjam.co.id. Setelah itu mereka bisa mencari sekaligus membantu nasabah mendaftar.

"Konsep pendapatan agen, mereka akan dapat 0,75 persen dari pencarian per approval. Jadi agen bawa nasabah," ujar Teguh. Menurutnya, melalui keagenan, Pinjam.co.id semakin dekat dengan nasabah, sehingga mendorong program inklusi keuangan pemerintah.

Dia menjelaskan, supaya tetap berkualitas, agen terus didampingi secara offline. "Jadi nantinya setiap titik pelayanan di mitra pegang satu klaster yang terdiri dari beberapa agen," tutur Teguh.

Ia menambahkan, sistem keagenan ini juga menyasar sekitar 40 ribu orang yang sebelumnya menjadi tukang pos. Pendaftar awal sebagai agen, kata dia, kini sudah ada, tetapi Teguh belum bisa menyebutkan detailnya sebab masih baru.