Sabtu , 07 Oktober 2017, 05:30 WIB

Mengapa Masyarakat Begitu Tertarik Fintech?

Rep: Fergi Nadira/ Red: Elba Damhuri
Google
Fintech Lending. Ilustrasi
Fintech Lending. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Belakangan ini Inovasi dan kreativitas berbasis digital digadang-gadang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Banyak pihak melakukan berbagai cara untuk menunjukkan dukungannya demi percepatan pertumbuhan ekonomi.

Apalagi pertumbuhan kebutuhan masyarakat makin kompleks. Kepraktisan bisa menjadi alasan utama mengapa banyak orang memilih cara yang lebih mudah untuk pemenuhan kebutuhannya.

Model pendanaan secara fintech (financial technology) tumbuh menjadi idola di kalangan masyarakat baik urban maupun suburban. Dengan adanya teknologi digital perbankan saat ini, beberapa langkah yang menjadi tahapan pendanaan secara konvensional dapat tereliminasi oleh langkah praktis secara fintech.

Sebenarnya, menurut Vishal Tulsian, CEO Tunaiku, dengan cara fintech, masyarakat akan terbantukan oleh langkah efisien karena pemanfaatan teknologi baru yang belum pernah ada sebelumnya.

"Inilah gunanya efisiensi, tidak hanya menekan biaya pengurusan," kata Vishal, Jumat (6/10).

Fenomena fintech merupakan sebuah progres alami menuju efisiensi pasar sehingga menjadi kekuatan yang harus diakui. Banyak perusahaan penyedia jasa keuangan digital memberikan berbagai kemudahan produknya.

Hal inilah yang membuat para perusahaan penyedia jasa keuangan konvensional akan dipaksa untuk mengubah model bisnis mereka untuk berkompetisi. "Kami fokus kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan pendanaan secara mendesak,” jelas Vishal menambahkan.

Industri fintech di Indonesia berkembang cukup pesat dalam dua tahun terakhir ini. Perusahaan pelayanan pembiayaan dan investasi melalui platform digital ini terus bertambah setiap tahunnya.

Aset dan valuasi bisnis industri ini pun terus meningkat sementara regulator terus menyiapkan semua aturan mainnya. Dua regulator yang menangani fintech ini adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).

Berita Terkait