Kamis , 28 September 2017, 15:33 WIB

Jokowi Minta Inovasi Lokal Manfaatkan Teknologi Dunia

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Winda Destiana Putri
Foto : MgRol_93
Ilustrasi Teknologi AI
Ilustrasi Teknologi AI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa perkembangan dunia digital di Indonesia makin hari terus bertumbuh. Penggunaan dunia digital berhasil memberikan harapan pada wirausaha muda untuk menghadirkan sejumlah invoasi baru. Negara pun berlomba-lomba dalam mengejar inovasi paling anyar setiap saat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencontohkan, di negara Cina atau India penggunaan teknologi telah berkembang. Bahkan untuk membeli makanan seperti gorengan di pasar sudah tidak menggunakan uang tunai, melainkan memakai aplikasi melalui smartphone.

"Aspek keterbukaan internet membuat perkembangan inovasi semakin cepat. Internet tidak kenal batas," kata Jokowi dalam pembukaan acara Idbyte 2017 di The Ritz Carlton Pasific Palace, SCBD, Kamis (28/9).

Menurut Jokowi, sebuah perusahaan yang sukses memanfaatkan kehadiran internet akan berkembang dengan cepat, malah bisa menjadi perusahaan raksasa dunia. Sebagai contoh, dari 13 perusahaan terkemuka di dunia yang nilai usahanya paling besar, delapan diantaranya adalah perusahaan teknologi. Sehingga perkembangan teknologi tidak bisa dihindarkan dalam memajukan perekonomian, tidak ada pilihan lain.

Perkembangan teknologi dengan berbagai aplikasi yang dihadirkan tidak mungkin dibendung. Masyarakat dan pelaku usaha pun tidak bisa menutup diri terhadap inovasi. Jika inovasi ini dibiarkan maka negara ini bisa kalah dalam daya saing.

Jokowi menjelaskan, dalam meningkatkan daya saing masyarakat Indonesia harus bisa memanfaatkan inovasi seperti Alibaba, Amazon, Google, Facebook, Twitter dan berbagai inovasi teknologi lain. Negara yang berhasil memanfaatkan teknologi ini maka negara tersebut bisa memiliki daya saing lebih tinggi

"Dengan demikian pertumbuhan ekonominya juga akan lebih tinggi," papar Jokowi.

Dalam acara yang dihadiri sejumlah tokoh seperti Erick Tohir, Sandiaga Uno, dan mantan menteri perdagangan Mari Elka Pangestu, Jokowi meminta agar pemain lokal tidak melawan perusahaan-perusaan global yang sudah mapan dengan dunia internet. Namun, kita tidak boleh pasrah kepada raksasa-raksasa tersebut.

Di dunia internet masih ada peluang yang sangat besar bagi pemain lokal. Salah satunya dengan memanfaatkan kearifan lokal. Ciri khas lokal sebuah negara menjadi penting, dan bisa berperan besar.

Jokowi mencontohkan, orang Amerika tidak pernah akan mengerti artinya ndeso, seperti orang Indonesia mengerti ndeso. Orang Cina juga tidak akan pernah paham arti baper, seperti orang Indonesia. Dan berapa pun modal perusahaan Google dan Amazon mereka tidak akan pernah sedekat dan tidak akan pernah seakrab dengan orang Indonesia seperti kita sendiri.


Sumber : Center