Jumat , 04 August 2017, 14:58 WIB

Fintech Investree Raih Penghargaan P2P Lending Terbaik

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya
Istimewa.Dok Danamon
Yen Yen Setiawan -  Enterprise and Transaction Banking Head Danamon, Mary B James – Chief Information Officer Danamon, Adrian Gunadi - Co-Founder & CEO Investree dan Dickie Widjaja – Chief Information Officer Investree menerima penghargaan “Best Cash Management Solutions” untuk kategori “New Economy Solutions” dalam gelaran The Asset Triple A – Treasury, Trade, Supply Chain, and Risk Management Awards 2017 yang diadakan oleh Majalah The Asset.
Yen Yen Setiawan - Enterprise and Transaction Banking Head Danamon, Mary B James – Chief Information Officer Danamon, Adrian Gunadi - Co-Founder & CEO Investree dan Dickie Widjaja – Chief Information Officer Investree menerima penghargaan “Best Cash Management Solutions” untuk kategori “New Economy Solutions” dalam gelaran The Asset Triple A – Treasury, Trade, Supply Chain, and Risk Management Awards 2017 yang diadakan oleh Majalah The Asset.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Investree Radhika Jaya atau Investree meraih penghargaan 'Best P2P Lending Platform for SMEs' untuk kategori Peer to Peer (P2P) Audit Awards. Penghargaan didapat dalam Indonesia Country Awards Programme 2017 yang diadakan The Asian Banker, bersamaan dengan The Future of Finance Indonesia pada 27 Juli lalu.

Menurut The Asian Banker, terdapat beberapa poin yang membuat Investree unggul. Pertama, kehadiran perusahaan Financial Technology (Fintech) dinilai menjadi solusi bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang peningkatannya dilaporkan telah mencapai 49 juta. Dibuktikan pula dengan portofolio Investree yang sudah menyalurkan 95 persen pinjaman ke UMKM untuk memenuhi kebutuhan arus kas mereka.

Kedua, Investree mengembangkan platform secara strategis melalui kerjasama dan kesempatan yang dilakukan, baik di dalam maupun di luar Indonesia dengan institusi keuangan lainnya. Di antaranya kerja sama host to host cash management dengan Bank Danamon, sales partnership dengan Bank Woori Saudara, serta peluncuran program Digital Life dengan Zurich Topas Life.

"Hasilnya, Investree berhasil membukukan total pendapatan bersih sebesar 112 ribu dolar AS pada 2016. Dengan pangsa pasar sekitar 60 persen," ujar Co-Founder sekaligus CEO Investree Adrian Gunadi, melalui siaran pers, yang diterima Republika, Jumat (4/8).

Poin ketiga, bagi The Asian Banker, rencana perealisasian komitmen lanjutan Investree dalam menciptakan peningkatan digital dengan merilis aplikasi mobile agar proses pinjam meminjam bisa lebih fleksibel adalah langkah tepat. "Investree kini sedang mengembangkan keuangan rantai pasokan Business to Business (B2B) untuk jangkau lebih banyak UMKM yang sulit mendapat akses perkreditan," jelas Adrian.

Ia menambahkan, dari sisi ekspansi, Investree akan terus mengelaborasi strategi perluasan mereka setelah resmi terdaftar dan diawasi OJK. Menurutnya, dengan terdaftarnya di OjK pada 31 Mei lalu, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keamanan menggunakan platform Investree, sebab sudah memenuhi standar pemerintah seperti mitigasi risiko, kelayakan SDM, infrastruktur operasional, dan lainnya.

Adrian menyatakan, penghargaan tersebut akan menjadi motivasi untuk terus menyalurkan pembiayaan ke UMKM. "Hingga kini, 95 persen dari pinjaman kami telah tersalurkan ke banyak UMKM dengan total pinjaman per Juli 2017 sebesar Rp 241 milir dan tingkat gagal bayar 0 persen," tuturnya.

Sebagai informasi, The Asian Banker Indonesia Country Awards Programme digelar oleh The Asian Banker yang merupakan institusi penyedia layanan strategi pengkajian bisnis dan layanan keuangan bergengsi di tingkat regional Asia. Berkantor pusat di Singapura, The Asian Banker mempunyai tiga lini bisnis utama yaitu publikasi, jasa riset, serta pengelolaan forum.

Berita Terkait