Sabtu , 08 July 2017, 06:17 WIB

Paytren Asset Management akan Gandeng Komunitas Islam

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nur Aini
Paytren/Ilustrasi
Paytren/Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan lokal di bidang teknologi finansial (fintech) Paytren berencana meluncurkan manajemen investasi syariah bernama Paytren Asset Management (PAM). Rencananya, manajer investasi syariah ini bekerja sama dengan seluruh komunitas muslim di Indonesia.

Komisaris Utama sekaligus pemilik PT Veritra Sentosa International (Treni) Ustaz Yusuf Mansur menjelaskan, PAM diharapkan dapat memajukan perekonomian syariah Indonesia. Apalagi saat ini pemegang reksa dana syariah masih di bawah 500 ribu orang.

"Nah, dengan bermodalkan 1,6 juta pengguna Paytren, yang langsung saya gebrak dengan izin Allah, ikut semua. Maka ini akan jadi berita besar ke seantero dunia malahan. Langsung jadi raksasa (pengguna reksa dana jadi banyak) insyaaAllah," ujar dia dalam chatnya dengan tirto.id yang dikirimkannya kepada Republika.co.id, Jumat (7/7).

Ia berharap kehadiran manajer investasi syaariah ini dapat membantu masyarakat menjadi mitra pemerintah dalam urusan permodalan. Apalagi pihaknya berencana akan bekerja sama menggerakkan seluruh komponen bangsa. Misalnya, dengan muslimat NU yang jumlah perempuannya sudah sebanyak 21 juta atau dengan Muhammadiyah dan berbagai lembaga dan organisasi.

Selain itu dengan pesantren, seperti Pesantren Gontor yang sudah memiliki 350 ribu santri aktif. Lalu, masjid yang berjumlah ratusan ribu juga dapat menjadi investor. "Insyallah Gojek, Uber, Grab, Tokopedia, Traveloka, Tiket.com, Bukalapak, perusahaan digital lainnya, kita bisa beli saham-sahamnya. Lalu masyarakat luas ikut menikmati," tutur Ustaz Yusuf.

Di sisi lain, kata Ustaz Yusuf, bahkan tenaga kerja Indonesia yang berada di luar negeri sudah bisa melakukan investasi legal sejak manajer investasi syariah ini lahir. Meskipun terkendala kasus penipuan, Ustaz Yusuf meyakinkan bahwa ini bukan penipuan dan pembohongan publik. Pihaknya hanya terkendala dengan perizinan regulasi yang belum dilakukan.

"Soal regulasi, saya bertanggung jawab penuh. Bahkan saya selesaikan dengan Insyallah menuju kesempurnaan. Salah satunya, dengan menunjukkan ke publik, malah jadi mitra resmi OJK dan BI. Tapi ini bukan penipuan dan pembohongan publik," ujarnya.

Saat ini, valuasi Paytren sebagai payment gateway ditaksir sekitar Rp 4 triliun. Adapun per Jumat (7/7), terdapat 1,6 juta pengguna baik Android maupun iOS dengan 300-400 ribu transaksi per hari dengan nilai di kisaran antara Rp 5 miliar hingga Rp 10 miliar. Sedangkan pengguna baru mencapai sekitar 3.000 hingga 5.000 pengguna per harinya. Potensi yang besar ini menurut Ustaz Yusuf sangat perlu dikembangkan.