Rabu , 14 June 2017, 14:00 WIB

Ramadhan, Pembiayaan Melalui Fintech Meningkat

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Gita Amanda
Amartha
Ibu Juanah salah satu mitra Amartha yang sukses dengan bisnis gorengannya
Ibu Juanah salah satu mitra Amartha yang sukses dengan bisnis gorengannya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski masih baru, namun perusahaan Financial Technology (fintech) terus berkembang memperluas pasar. Bahkan terjadi peningkatan pembiayaan selama bulan Ramadhan.

Vice Presiden PT Amartha Mikro, Aria Widyanto, mengatakan secara konsisten penyaluran pembiayaan Amartha ke masyarakat meningkat setiap bulan. "Termasuk bulan ini (Ramadhan), karena bulan ini kita mulai memperluas daerah pelayanan di Jawa Tengah," ujarnya kepada Republika.co.id, Rabu, (14/6).

Meski begitu, ia masih enggan menyebutkan persentase angka kenaikannya. Namun Aria menuturkan, sepanjang kuartal pertama 2017, perusahaan menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan laba lebih dari 30 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Amartha pun tetap fokus menggarap segmen mikro dan unbanked.

"Hal itu sesuai dengan fokus perusahaan untuk memodernisasi microlending di Indonesia," ujar Aria. Dirinya menambahkan, Amartha senantiasa melihat prospek market Indonesia secara positif dengan iklim kompetisi serta regulasi yang cukup kondusif.

Sepanjang tahun ini, kata Aria, perusahaan berencana mengembangkan area layanan. Tujuannya supaya dapat melayani masyarakat unbanked dan mikro di Pulau Jawa.

Untuk memperluas pasar, ia menyatakan, Amartha fokus pada pengembangan jaringan layanan melalui pendekatan riset demografi serta kelayakan calon peminjam agar bisa dijadikan mitra. "Kami mulai dari daerah-daerah yang tidak terjangkau layanan keuangan konvensional di wilayah Jawa Barat," katanya.

Dalam beberapa tahun ke depan, Aria menegaskan, Amartha akan memperluas jangkauan sampai ke seluruh pelosok Pulau Jawa. Jika sudah terlaksana, maka jangkauan nantinya diperluas ke seluruh pelosok Indonesia.

Meski begitu, Aria tidak memungkiri masih ada beberapa tantangan dalam mengembangkan usaha fintech. Pasalnya, produk fintech masih baru di Indonesia, sehingga masyarakat belum sepenuhnya memahami peluang serta risikonya.

"Maka, Amartha terus berusaha untuk melalukan edukasi kepada masyarakat di antaranya melalui publikasi via media, sosial media, forum-forum diskusi, serta seminar," ujar Aria. Ia menjelaskan, edukasi bertujuan untuk memperkenalkan konsep peer to peer lending yang bisa menarik sekaligus menciptakan pengaruh sosial.