Sabtu , 10 June 2017, 19:31 WIB

Pengguna PayTren Tembus 1,5 Juta

Rep: Muhyiddin/ Red: Nur Aini
Republika/Agung Supriyanto
 Warga melakukan transaksi menggunakan aplikasi PayTren di toko buku Gramedia, Jakarta, Rabu (5/4).
Warga melakukan transaksi menggunakan aplikasi PayTren di toko buku Gramedia, Jakarta, Rabu (5/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama Paytren, Hari Prabowo mengatakan pengguna aplikasi PayTren saat ini sudah lebih dari 1,5 juta di seluruh dunia. Menurut dia, jumlah tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tidak dianggap kecil di mata dunia.

"Jadi aplikasi ini adalah aplikasi murni yang diciptakan oleh bangsa kita sendiri dan ini Alhamdulillah berkat doa kawan-kawan saat ini pengguna kita lebih dari 1,5 juta pengguna di seluruh dunia," ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara silaturrahmi dan buka bersama di Hotel Allium, Kota Tangerang, Sabtu (10/9).

Ia menjelaskan, salah satu tujuan aplikasi yang digagas oleh Ustaz Yusuf Mansur ini adalah untuk menyatukan semua potensi yang ada di Indonesia, sehingga dapat memajukan bangsa Indonesia. "Aplikasi ini salah satunya dibuat untuk menyatukan semua potensi yang ada di Indonesia," ucapnya.

Menurut dia, sebelumnya banyak juga masyarakat yang bertanya terkait sertifikasi Paytren. Namun, kata dia, kini tak lama lagi pihaknya akan menerima sertifikasi dari Badan Standardisasi Nasional (BSN). "Alhamdulilah juga dalam waktu tidak lama lagi. Soalnya ada yang tanya sertifikasi. Insyaallah nggak lama lagi sertifikasinya dari BSN mudah-mudahan bisa segera turun," katanya.

Selain itu, dalam acara tersebut Hari juga menyampaikan bahwa dari masyarakat yang menggunakan PayTren tersebut pihaknya mengambil biaya admin yang tidak mahal. Jika biaya admin tersebut jika disatukan maka potensinya bisa mencapai Rp 30 triliun dalam sebulan. "Biaya admin kita hitung untuk sedekah juga, kemudian biaya operasional, sehingga otomatis teman-teman yang bayar otomatis sedekah juga," ujarnya.