Selasa , 07 March 2017, 13:17 WIB

Mandiri Capital Investasi di Fintech Pembiayaan Mikro Amartha

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nidia Zuraya
integral-storage.com
ilustrasi financial technology
ilustrasi financial technology

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mandiri Capital Indonesia (MCI) menanamkan pendanaan untuk investasi perusahaan rintisan (startup) financial technology atau fintech Amartha yang bergerak dalam bisnis peer to peer lending (P2P Lending) khusus pembiayaan mikro

Direktur Utama Mandiri Capital Indonesia, Eddi Danusaputro menjelaskan, Amartha merupakan perusahaan dalam negeri yang fokus pada bisnis P2P Lending untuk masyarakat unbanked (tidak memiliki rekening) di Indonesia.

Perusahaan rintisan tersebut menyediakan platform situs web untuk peminjam online agar mereka dapat mengakses informasi peminjam secara menyeluruh seperti peruntukan pembiayaan, latar belakang, hingga skor kredit yang dimiliki. Menurut dia, model bisnis Amartha sangat penting bagi perekonomian Indonesia, karena mampu memberikan solusi untuk masyarakat unbanked

"Dengan pengalaman lebih dari tujuh tahun di segmen pembiayaan mikro, jaringan yang kuat di pelosok daerah dan leadership team yang tangguh, Amartha mendukung visi Bank Mandiri untuk meningkatkan inklusi keuangan ke seluruh tanah air," kata Eddi Danusaputro di Jakarta, Selasa (7/3).

Direktur Keuangan Mandiri Capital Indonesia Hira Laksamana menambahkan, Mandiri Capital akan memprioritaskan perusahaan rintisan yang bergerak di teknologi keuangan dalam memberikan injeksi. Sebab, ke depan teknologi keuangan, khususnya P2P Lending akan menjadi industri unggulan yang menyikapi perkembangan pinjaman online.

Apalagi saat ini pertumbuhan perusahaan rintisan Indonesia, khususnya di bidang fintech merupakan yang kedua terbesar di ASEAN setelah Singapura.

"Melalui MCI, kami berharap startup Indonesia dapat tumbuh lebih pesat lagi dan dapat merangsang kreativitas generasi muda menciptakan produk dan jasa yang out of the box, khususnya yang dapat mendukung produk perbankan dan jasa keuangan lainnya," ujar Hira.

Sementara itu, CEO dan pendiri Amartha Andi Taufan Garuda Putra menjelaskan, Amartha dapat menambahkan value sebagai salah satu portofolio investasi MCI karena melalui Amartha, pihaknya telah memodernisasi segmen mikro. Dengan demikian hal ini menciptakan segmen market baru yang memungkinkan masyarakat di lapisan piramida terbawah memperoleh alternatif sumber permodalan bagi bisnis mereka.

Taufan menuturkan, calon peminjam biasanya memerlukan modal untuk keperluan membuka warung atau budi daya ikan. Melalui platform Amartha, pihaknya menjembatani mereka sehingga dapat memperoleh pinjaman antara Rp 3 juta hingga Rp 10 juta. 

"Meskipun jumlah tersebut dinilai kecil, namun kami percaya bahwa dengan pendekatan yang tepat, kita dapat menciptakan kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia di piramida bawah," ujar Taufan.

Hingga saat ini Amartha telah menyalurkan lebih dari Rp 68 miliar pendanaan kepada 30 ribu pengusaha mikro perempuan dengan tetap mempertahankan tingkat gagal bayar nol persen selama tujuh tahun berturut-turut. Melalui kerjasama dengan MCI, Amartha berencana untuk tumbuh secara agresif dan memberikan dampak yang semakin luas bagi masyarakat unbanked di Indonesia.