Jumat , 05 January 2018, 15:08 WIB

10 Ribu Rumah Tangga di Sumut akan Dapat Jargas

Red: Dwi Murdaningsih
Antara/Septianda Perdana
Pekerja dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) membangun saluran pipa gas rumah tangga di kawasan Kelurahan Tanjung Sari Medan, Sumatera Utara, Kamis (10/3).
Pekerja dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) membangun saluran pipa gas rumah tangga di kawasan Kelurahan Tanjung Sari Medan, Sumatera Utara, Kamis (10/3).

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Sebanyak 10 ribu rumah tangga di Sumatra Utara pada tahun 2018 akan mendapat jaringan gas bumi secara gratis oleh pemerintah. Sales Area Head PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Saeful Hadi  mengatakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memang merencanakan pembangunan jargas (jaringan gas) bumi di Sumut.

Jargas itu masing-masing di Kota Medan 5.000 dan Kabupaten Deliserdang 5.000 rumah tangga. Menurut dia, pembangunan jargas yang direncanakan pada 2018 itu dalam tahapan mau dilelang. "Setelah pembangunan selesai dilakukan Migas baru diserahkan untuk dioperasikan oleh badan usaha yang ditunjuk," ujarnya, Kamis (4/1).

Saeful mengatakan PGN berharap akan mendapat kepercayaan untuk mengoperasikan gas ke rumah tangga di Medan dan Deliserdang. Sebab, PGN sudah memiliki infrastruktur jaringan, khususnya di Medan.

"Namun, tentunya keputusan di tangan pemerintah," ujar Saeful.

Asisten Ekonomi Pembangunan Sekretariat Kota Medan Qamarul Fattah mengaku sangat berharap jargas itu benar-benar terwujud di Kota Medan. Pemkot Medan, kata dia, mengusulkan jargas tersebut untuk rumah tangga di kawasan Tegal Sari Mandala 3.

Usulan untuk rumah tangga di kawasan itu mengacu pada banyaknya masyarakat kurang mampu berdomisili di area tersebut, penduduknya padat dan dekat dengan jaringan gas transmisi.

"Selain 5.000 rumah tangga di tahun 2018, Pemkot Medan pada 2019 mengusulkan jargas untuk 25.000 rumah tangga lagi yang diperuntukkan bagi kawasan Medan Denai, Medan Tembung dan Medan Area," katanya.

Jargas masih sangat dibutuhkan di Kota Medan mengingat jumlah penduduk yang tidak mampu juga masih cukup banyak.

Sumber : antara