Rabu , 20 December 2017, 11:23 WIB

Komunitas Mural Antusias Percantik Kota Batam

Red: Dwi Murdaningsih
ANTARA/Ahmad Subaidi
(Ilustrasi) Dua orang wisatawan asing melintas di dekat tembok mural bertemakan atraksi budaya
(Ilustrasi) Dua orang wisatawan asing melintas di dekat tembok mural bertemakan atraksi budaya "Presean Lombok" di kawasan wisata Sengigi, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, NTB, Senin (2/10).

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Pemerintah Kota Batam menggandeng komunitas mural untuk menghias dinding guna mempercantik kota tujuan pariwisata terbesar ketiga di Indonesia itu. Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman, dan Pertamanan Kota Batam, Herman Rozie menyatakan ada tiga dinding yang akan dihias dengan teknik mural di Kecamatan Batam Kota.

"Titik awal dari Perumahan Rosedale ke Bundaran Tuah Madani, itu ada tiga titik. Pagar Rosedale, depan Raflesia dan di depan perumahan Seruni," kata dia.

Pembuatan mural dengan total luas sekitar 400 meter persegi itu dibiayai dana tanggung jawab sosial perusahaan PT PGN (Persero) yang bekerja sama dengan Pemkot. Menurut dia, komunitas mural antusias menyalurkan hobinya demi mempercantik kota.

"Kami tunjuk lokasinya. Desain yang akan mereka gambar ditunjukkan dulu untuk disetujui. Komunitasnya langsung ketemu perusahaan," kata dia.

Komunitas sudah memulai mengerjakan mural pada Ahad (17/12) malam. Herman menyatakan, pemerintah tidak menetapkan batas waktu pekerjaan, karena bukan proyek, melainkan sumbangsih warga terhadap penataan kota. Menurut dia, seni mural berkembang pesat di Batam, dalam dua tahun terakhir.

"Sesuai arahan Walikota, ini juga sebagai sarana menyalurkan kreativitas anak muda di Kota Batam. Mereka boleh berkreasi, tapi kita batasi dengan kriteria tertentu," ujarnya.

Pemerintah membatasi mural yang dilukis tidak boleh memuat unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang dapat menimbulkan perpecahan. Mural juga harus sejalan dengan visi misi Kota Batam.

"Jika memungkinkan, dalam mural dimasukkan unsur kearifan lokal. Contohnya memunculkan motif melayu seperti semut beriring, pucuk rebung, awan larat, itik pulang petang, payung sekaki, dan sebagainya," kata dia.

Kini Pemkot tengah mencari lokasi lain untuk dihias mural. "Di antaranya, depan ruko Graha Sulaiman Nagoya, depan Hotel Evitel Simpang Masjid Jabal Arafah, depan Masjid Al-Falah Nagoya. Lokasinya masih banyak, kami buka kesempatan untuk komunitas mural mana saja yang ingin berpartisipasi," kata dia.

Sumber : antara