Jumat , 15 December 2017, 06:07 WIB

Libur Panjang, Pertamina Patra Niaga Tambah Distribusi BBM

Rep: Rakhmat Hadi Sucipto/ Red: Hiru Muhammad
dok Rakhmat Hadi Sucipto
Mobil tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) berjajar rapi di Terminal BBM Jakarta, beberapa waktu lalu. PT Pertamina Patra Niaga memberikan pelatihan usaha kepada para istri awak mobil tangki, Kamis (14/12), di TBBM Surabaya Group.
Mobil tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) berjajar rapi di Terminal BBM Jakarta, beberapa waktu lalu. PT Pertamina Patra Niaga memberikan pelatihan usaha kepada para istri awak mobil tangki, Kamis (14/12), di TBBM Surabaya Group.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, PT Pertamina Patra Niaga, anak perusahaan PT Pertamina (Persero), telah menyiagakan satuan tugas (satgas) beserta armada mobil tangki untuk menjamin kelancaran pasokan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat. Direktur Operasi PT Pertamina Patra Niaga Abdul Cholid menyatakan, satgas tersebut mulai disiagakan sejak Senin (11/12) lalu hingga libur Natal dan Tahun Baru.

“Kami mendukung Pertamina untuk distribusi BBM. Kami sudah menyiagakan awak mobil tangki beserta armadanya," jelas Abdul Cholid di Jakarta, Kamis (13/12).

Menurut Cholid, pihaknya juga sudah menyiapkan awak mobil tangki sejak November lalu. Karena disiapkan sejak November, semua armada saat ini dalam kondisi prima. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan BBM, pihaknya juga menambah jumlah armada 5-10 persen dari kondisi normal. “Misalnya untuk Jawa Timur, biasanya ada 200 armada yang beroperasi, pada musim liburan ini kami mengoperasikan 210 armada," ungkap Cholid.

Cholid menyatakan ada beberapa titik khusus yang menjadi perhatian pihaknya. Di antaranya, jalur wisata, jalur lintas provinsi, serta jalur penyeberangan.

Pihaknya, jelas Cholid, juga sudah rutin mengadakan pelatihan berkendara yang baik dan aman. “Gampangnya kami adakan safety driving. Program ini rutin kami gelar demi keamanan para awak mobil tangki dan juga pengguna jalan lainnya,” ungkap Cholid.

Dampak dari pelatihan tersebut terbukti efektif. Menurut Cholid, saat ini kecelakaan yang bersifat aktif atau yang ditimbulkan dari para awak mobil tangki (AMT) berkurang secara signifikan. Yang sering terjadi saat ini adalah kecelakaan pasif. Artinya, pengendara lain yang menabrak mobil yang dikendarai oleh awak mobil tangki.

Pelatihan safety driving tersebut, jelas Cholid, melibatkan banyak pihak. Selain dengan Kepolisian RI, pihaknya juga bekerja sama dengan para agen tunggal pemegang merek (ATPM) atau perusahaan otomotif yang bergerak di penjualan dan distribusi kendaraan berat, termasuk truk-truk.