Ahad , 12 November 2017, 20:07 WIB

PGN Tawarkan Gas Bumi Agar Industri Efisien dan Kompetitif

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Maman Sudiaman
Dokumen PGN
PGN
PGN

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR --Beberapa alternatif ditawarkan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) kepada pihak industri agar operasional mereka lebih efisien dan kompetitif.  Kepada pihak konsumen industri, PGN menjanjikan bisa menghemat biaya produksi hingga 40 persen.

Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan PGN Desy Anggia mengatakan, agar industri terutama UKM memiliki daya saing, efisien dalam pemakaian bahan bakar di setiap kegiatan produksi jadi tuntutan. Apalagiindustri jadi salah satu kontributor pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebab gas bumi memiliki banyak manfaat, selain bersih, aman, dan efisien, ketersediaannya juga terjamin.Tak heran industri dalam negeri semakin banyak beralih ke bahan bakar gas bumi. ''Bagi industri kepastian pasokan energi itu salah satu hal paling penting,'' kata Desydalam Media Gathering PGN 2017 di Ciapus, Bogor, Sabtu (11/11).

Ia mencontohkan PT Fajar Surya Tridasa di Bekasi. Pabrik kertas itu memilih beralih dari bahan bakar liquefied petroleum gas (LPG) ke gas bumi PGN pada pertengahan 2016 karena harganya lebih murah.

''Dengan beralih ke gas bumi PGN, produsen kertas ini bisa efisien sekitar 40 persen dibanding saat menggunakan LPG,'' ucap Desy.

Keuntungan lain menggunakan gas bumi PGN, adalah ragam penyaluran gas. Penyaluran tidak lagi terbatas melalui pipa saja, tapi juga dengan memanfaatkan metode kompresi dalam bentuk compressed natural gas (CNG).

''Pelaku industri menengah dan menengah ke bawah seperti restoran dan hotel tetap bisa menikmati gas meskipun tidak ada sambungan ke jaringan pipa gas karena ada dalam bentuk CNG yang diantar ke pelanggan dengan kendaraan khusus,'' tutur Desy.

PGN juga memperluas manfaat gas dengan menyasar penyaluran gas untuk UMKM dengan konsep food truck. Food truck ini dilengkapi pengering, kompor, pendingin ruangan, dan generator listrik yang berbahan bakar gas bumi.

Pemanfaatan gas bumi dalam bentuk CNG juga disalurkan untuk transportasi yang disebut GasKu. Program ini merupakan layanan penyaluran gas bumi untuk transportasi menggunakan alat konversi (converter kit).

Semua ini merupakan upaya PGN mengoptimalkan program Smart Energy yakni mengelola dan memanfaatkan energi secara efektif dan efisien. Smart Energy merupakan salah satu program dari kerangka besar PGN 360 Degree Integrated Solution. Kerangka besar layanan PGN ini adalah konsep memberi solusi terintegrasi dengan pelayanan menyeluruh dan mengerti pelanggan, dengan segala keunikan dan kemampuan PGN.

Dalam PGN 360 Degree Integrated Solution, PGN memberikan layanan penggunaan gas bumi dari hulu hingga hilir. Termasuk di dalamnya menyediakan gas bumi melalui anak usaha Saka Energi, menyediakan gas bumi dalam bentuk gas alam cair (LNG), CNG sampai melalui jaringan pipa gas bumi yang tersebar di 19 kabupaten kota di 12 provinsi.

Saat ini PGN telah memasok lebih dari 1.658 industri besar dan pembangkit listrik, lebih dari 1.984 pelanggan komersial, dan 177.710 pelanggan rumah tangga yang dibangun dengan investasi PGN sendiri. Konsumen PGN tersebut tersebar di 19 kabupaten kota di 12 provinsi yakni Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, dan Sorong Papua.

PGN juga terus mengerjakan pembangunan proyek infrastruktur, diantaranya infrastruktur Distribusi Dumai, Transmisi Duri Dumai, pengembangan jaringan Gresik-Lamongan-Tuban, pengembangan jaringan Pasuruan, pengembangan jaringan Senayan City-Pondok Indah Mall, kawasan industri di Bekasi dan Tangerang.

PGN akan tetap agresif membangun infrastruktur gas bumi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas nasional. Saat ini infrastruktur pipa gas yang dibangun dan dioperasikan PGN mencapai lebih dari 7.450 kilometer atau setara dengan 80 persen pipa gas bumi hilir nasional.