Selasa , 24 October 2017, 17:01 WIB

Proyek Transmisi Duri-Dumai Dimulai Bulan Depan

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Dwi Murdaningsih
pgn
Teknisi PGN memeriksa aliran pipa gas (ilustrasi).
Teknisi PGN memeriksa aliran pipa gas (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) akan segera memulai proyek pembangunan pipa transmisi gas bumi Duri-Dumai di Provinsi Riau sepanjang 67 kilometer. Peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek tersebut rencananya akan dilakukan pada awal November mendatang.

Direktur Komersial PGN Danny Praditya, mengatakan, pembangunan pipa transmisi Duri-Dumai ini diperkirakan akan memakan waktu 12 bulan. "Target kami 1 Oktober 2018 gas bumi sudah mengalir ke pelanggan PGN di Dumai," ujarnya, lewat keterangan tertulis, Selasa (24/10).

Pembangunan ruas pipa Duri-Dumai ini akan menggunakan lahan jalur tol Pekanbaru-Dumai. Danny mengatakan, PGN telah bersinergi dengan PT Hutama Karya, sebagai pihak yang membangun tol tersebut, untuk menyelesaikan masalah pembebasan lahan. Saat ini, menurutnya, proses pembebasan lahan untuk proyek pembangunan pipa tersebut sudah hampir selesai.

Danny juga memastikan pihaknya sudah mengantongi seluruh izin yang diperlukan untuk membangun pipa transmisi yang merupakan proyek kerja sama antara PGN dengan PT. Pertamina Gas.

Adapun nilai investasi dalam proyek ini mencapai 76 juta dolar AS atau setara Rp 1,02 triliun (kurs Rp 13.500). Danny menuturkan, dana pembangunan pipa bersumber dari kas internal masing-masing perusahaan. Sesuai porsi kepemilikan, PGN akan mendapat porsi 40 persen pada proyek tersebut, sementara Pertamina mendapat 60 persen.

Sementara, gas yang akan dialirkan ke pipa Duri-Dumai berasal dari Blok Corridor yang dikelola oleh ConocoPhilips di Sumatera Selatan. Selain itu, pipa tersebut diproyeksikan akan mengalirkan tambahan gas dari Blok Bentu yang dioperasikan oleh Energi Mega Persada (EMP).

Gas tersebut kemudian akan dialirkan untuk memenuhi kebutuhan industri di Riau, kebutuhan pelabuhan, industri petrokimia, dan kebutuhan operasional kilang Dumai Pertamina.