Jumat , 05 September 2014, 04:52 WIB

Narkotika, Polri Masih Mendalami Keterlibatan Chusi di Indonesia

Rep: C75/ Red: Julkifli Marbun
Republika/Prayogi
Ronny F Sompie
Ronny F Sompie

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Divisi (Kadiv) Hubungan Masyarakat (Humas) Mabes Polri, Irjen Pol Ronny Sompie mengatakan pihaknya masih mendalami keterlibatan Chusi (kurir) narkotika yang tertangkap di Kuala Lumpur, Malaysia dalam jaringan narkotika di Indonesia.

"Kan sedang didalami, oleh Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bekerjasama Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar," ujar Kepala Divisi (Kadiv) Hubungan Masyarakat (Humas) Mabes Polri, Irjen Pol Ronny Sompie kepada Republika, Kamis (4/9).

Ia menuturkan mereka sedang menindaklanjuti informasi yang mereka dapatkan dari hasil pengungkapan di Kuala Lumpur. Terkait dengan Kuching dan pengungkapan oleh BNN juga kawan-kawan tindak pidana narkoba beberapa waktu yang lalu.

"Itu gambaran peta dan hasil pengungkapan sebelumnya termasuk juga dari istri AKBP merupakan bagian yang sedang diungkap lebih luas," ungkapnya.

Menurutnya, menyangkut apakah jaringan internasional Chusi, Kamir Santoso dan Sonny Senjaya yang masih beroperasi di Indonesia. Pihaknya masih mengupayakan mendalami tentang perkembangan tersebut. "Apakah mereka masih beroperasi di Indonesia atau tidak. Belum ada feedbacknya," katanya.

Ia menuturkan jaringan tersebut sangat tergantung pada hasil penelusuran tim. "Kita masih nunggu Chusi ini bagaimana hubungannya dan mereka ini kemana," katanya.

Ronny mengatakan saat ini status posisi Indonesia dalam jaringan Internasional narkotika masih sebagai pengguna atau penyalahguna. "Sementara di demand, pengguna, penyalah guna," ungkapnya.

Ia menuturkan titik-titik peredaran narkotika di Indonesia berada di kota besar yang merupakan sasaran jaringan narkotika.

Berita Terkait