Rabu , 31 Agustus 2011, 08:50 WIB

Bupati Sumbawa Barat Kuliah Singkat di Harvard

Red: Didi Purwadi

REPUBLIKA.CO.ID,SUMBAWA BARAT - Bupati Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, KH Zulkifli Muhadli, mendapat kesempatan mengikuti kuliah singkat di Harvard University Amerika Serikat. Zulkifli mendapat kesempatan itu karena dinilai sukses melaksanakan program pembangunan berbasis rumah tangga.

Setelah melalui seleksi cukup ketat, Kementerian Dalam Negeri menetapkan 18 bupati/wali kota se-Indonesia mendapat kesempatan untuk mengikuti kuliah singkat di Harvard University sekitar satu bulan. Program tersebut, menurut Zulkifli, dibiayai dengan dana dari Kementerian Dalam Negeri, Harvard University, dan dana pendamping dari APBD

"Masing-masing bupati wali/kota yang mendapat kesempatan mengikuti kuliah singkat di Harvard University itu diminta mengajukan program unggulan,'' katanya. ''Saya sendiri mengajukan program pembangunan berbasis rumah tangga. Menurut rencana, kami akan berangkat ke Amerika Serikat 16 Oktober 2011."

Sebelum kuliah di Harvard University, sebanyak 18 bupati/wali kota se-Indonesia itu akan mengikuti pendidikan singkat di Jakarta pada 11 hingga 16 September 2011. Narasumbernya sejumlah pakar pemerintahan dari perguruan tinggi ternama di Amerika Serikat itu.

"Program pembangunan berbasis rumah tangga yang dilaksanakan di Kabupaten Sumbawa Barat sejak 2007 merupakan suatu model pembangunan partisipatif. Di Amerika Serikat, model pembangunan partisipatif ini dijadikan ikon setelah diuji keunggulannya oleh sejumlah pakar," ujarnya.

Karena itu, katanya, model pembangunan partisipatif yang diaplikasikan dalam program pembangunan berbasis rumah tangga nantinya akan dijadikan proyek percontohan. Jika berhasil, progama tersebut tidak menutup kemungkinan dilaksanakan di kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Di Kabupaten Sumbawa Barat, ide pembangunan berbasis rumah tangga dimunculkan mulai 2006. Program baru dilaksanakan sejak 2007 dan terus diterapkan hingga sekarang ini. Program tersebut cukup berhasil menggerakkan partisipasi masyarakat.

Sumber : Antara