Rabu , 15 Mei 2013, 20:51 WIB

Penjualan Gas Elpiji 12 Kg Menurun

Rep: Alicia Saqina/ Red: Djibril Muhammad
Tabung gas 3 kg
Tabung gas 3 kg

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Kelangkaan gas elpiji tiga kilogram (kg) dalam sepekan terakhir ini di beberapa wilayah di Jabodetabek, ternyata memiliki dampak tersendiri. Permintaan gas elpiji tiga kg yang meningkat tajam, membuat penjualan gas elpiji dengan ukuran tabung 12 kg pun menurun.

Pengelola sebuah pangkalan agen Gas Pertamina di wilayah Kukusan, Kelurahan Beji, Depok, Bintang Buana Ricky mengatakan, setidaknya sejak satu bulan terakhir penjualan gas elpiji tabung 12 kg menurun.

"Ya, turunnya mungkin sekitar 25 persen," kata Ricky, saat ditemui Republika, di Pangkalan agen Bintang Buana, di Jalan H Asmawi, Kukusan, Beji, Depok.

Ia mengatakan, memang angka penurunan penjualan tidak terlalu signifikan. Sebelumnya, kala normal, penjualan gas elpiji 12 kg di pangkalan ini yaitu 40 tabung per hari. Di saat angkanya sedikit menurun ini, menjadi 25 tabung gas berukuran 12 kg per hari.

Tetapi Ricky memperkirakan, mungkin saja sedikit menurunnya penjualan gas 12 kg ini, karena semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan gas elpiji tiga kg. "Alasannya mungkin masyarakat beralih, karena katanya gas 12 kg mau naik," ujarnya.

Ia menjelaskan, pihak pangkalan yang dikelolanya saja sejak awal Mei kemarin telah menerima surat edaran informasi, terkait penyesuaian harga gas elpiji. Dalam surat tersebut, dituliskan per tanggal 1 Mei 2013, terdapat penyesuaian harga gas tiap tabungnya. "Ini penyesuaiannya yaitu, Rp 2.000 per tabung, dari harga sebelumnya," ucapnya.

Saat ini, ia menjual gas elpiji 12 kg seharga Rp 72 ribu per tabung. Harga ini masih bervariasi hingga Rp 75 ribu, tergantung para pihak pengecer menjualnya.

Sementara, hal berbeda terjadi di Agen Pertamina PT Kamula Inti Sejahtera (KIS) yang terletak di Jalan Studio Alam TVRI nomor 2, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok. Agen gas yang letaknya berbeda wilayah dengan Beji ini, tidak mengalami penurunan atas penjualan gas elpiji 12 kg.

Pengelola Agen PT KIS, Oom Khairu mengatakan, hingga saat ini pihaknya tetap selalu mengirimkan pasokan gas elpiji 12 kg ke sejumlah pangkalan gas langganannya.

"Tidak pernah stop. Untuk gas 12 kg, kami di sini mengirim ke pangkalan-pangkalan juga warung-warung. Kira-kira untuk Sukmajaya, ada 100 titik yang kami kirim," katanya.

Oom menjelaskan, penjualan gas elpiji yang umumnya digunakan kalangan menengah ini dikatakan menurun, jika pasokan gas yang ia kirim ke beberapa pangkalan itu berkurang jumlahnya.

"Sementara ini, mereka (pangkalan dan warung-warung) belum mengatakan tidak perlu dikirim dulu. Permintaan masih stabil," ucapnya.

Setidaknya dari 100 titik yang ada, agen PT KIS tiap harinya untuk satu titik, rata-rata selalu mengirimkan gas 12 kg sebanyak 10 tabung.

Oom melanjutkan, dari 100 titik yang biasanya dikirimi gas elpiji 12 kg, wilayah Beji, Kalimulya, dan Cilodong merupakan yang stabil pengirimannya. Harga jual gas berukuran sedang ini juga belum mengalami kenaikan. Harga gas 12 kg memang diinformasikan akan naik. Tetapi saat ini, kenaikannya belum terlalu begitu dirasakan.

Memang, sejumlah masyarakat pun mengatakan jika harga gas 12 kg naik nanti, maka mereka kemungkinan besar, akan beralih ke elpiji tabung tiga kilogram atau yang biasa disebut gas molen itu.