Ahad , 06 August 2017, 15:53 WIB

Pemerintah Dorong Penyambungan Gas Rumah Tangga

Red: Budi Raharjo
Antara/M N Kanwa
Seorang warga memeriksa meteran saluran pipa gas pelanggan PT Perusahaan Gas Negara (PGN). (ilustrasi)
Seorang warga memeriksa meteran saluran pipa gas pelanggan PT Perusahaan Gas Negara (PGN). (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,SOLO -- Pemerintah Republik Indonesia mendorong penyambungan gas rumah tangga karena terbukti harganya lebih murah dibandingkan menggunakan elpiji.

"Menurut beberapa konsumen yang sudah kami tanyai, kalau untuk konsumen yang biasa membeli elpiji ukuran tabung 3 kg bisa hemat antara Rp 30 ribu sampai 50 ribu per bulan," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan saat memberikan kuliah umum di Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu.

Sedangkan bagi konsumen yang biasa menggunakan elpiji ukuran tabung 5,5 kg atau 12 kg bisa menghemat pengeluaran antara Rp 90 ribu sampai 120 ribu per bulan. Mengenai penyambungan gas untuk rumah tangga ini, menurut Jonan, baru dilakukan di sejumlah daerah di Indonesia.

"Sejauh ini memang kami masih mendorong penyambungan gas di daerah yang berdekatan dengan sumur gas," katanya. Berdasarkan catatan dari Kementerian ESDM RI, beberapa daerah tersebut di antaranya di Kota Prabumulih yang ada di Provinsi Sumatra Selatan, Tarakan, Sidoarjo, dan Surabaya.

Ia mengatakan khusus untuk Kota Prabumulih jumlah penggunanya sudah cukup tinggi, yaitu dari 45 ribu rumah tangga, jumlah pengguna sudah mencapai 39 ribu rumah tangga.

Menurut dia, jika sebelumnya penyambungan jaringan gas ini setiap tahunnya ditargetkan mencapai 30 ribu sambungan, untuk tahun 2017 ini meningkat menjadi sekitar 59 ribu sambungan. "Saat ini penyambungan diutamakan untuk rumah sederhana dulu," katanya.