Jumat , 04 August 2017, 13:36 WIB

Pelanggan Komersial PGN Batam Tumbuh 30 Persen

Red: Dwi Murdaningsih
Antara/M N Kanwa
Seorang warga memeriksa meteran saluran pipa gas pelanggan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (27/12).
Seorang warga memeriksa meteran saluran pipa gas pelanggan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (27/12).

REPUBLIKA.CO.ID,BATAM -- Jumlah pelanggan komersial PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di Kota Batam, Kepulauan Riau tumbuh 30 persen sepanjang tahun ini. Sales Area Head PGN Batam Amin Hidayat mengatakan pertumbuhan itu didorong peningkatan infrastruktur gas yang dilakukan PGN bersama pemerintah, terutama di Kawasan Perdagangan dan Bisnis Nagoya.

"Pelanggan komersial bertambah lumayan banyak," kata Amin.

Ia menyatakan hampir seluruh restoran dan hotel di Kawasan Nagoya menjadi pelanggan PGN. Konsumen komersial itu, ada yang baru berdiri, ada juga yang baru beralih dari bahan bakar minyak, LPG atau bahan bakar lainnya, katanya pula. Terakhir, PGN baru saja menandatangani kontrak dengan tiga pelanggan baru, yaitu Restoran Harbour Bay, KFC Nagoya, dan perusahaan roti Top Baker.

"Jumlah pelanggan itu akan bertambah terus, karena kami terus melakukan penyambungan," kata dia optimis.

Ketiga perusahaan itu diperkirakan akan mengonsumsi gas sebesar 20.000 meter kubik per bulan dengan kontrak selama 5 tahun. Sementara itu, untuk jaringan gas rumah tangga, ia mengatakan PGN masih menunggu penugasan pemerintah pada tahun ini.

Pada 2016, PGN sudah menyalurkan jaringan gas untuk 4.000 rumah tangga di permukiman Kecamatan Sagulung.
Selain jaringan gas yang menggunakan pembiayaan APBN, PGN juga menyambung jaringan gas rumah tangga dalam Program Sayang Ibu menggunakan anggaran perusahaan sendiri.

Hingga kini, PGN bersama pemerintah telah membangun pipa distribusi gas bumi di Batam sepanjang 141,3 km untuk melayani kebutuhan industri, komersial, dan rumah tangga. Secara nasional, PGN memiliki dan mengoperasikan pipa gas bumi sepanjang lebih dari 7.000 km atau setara 76 persen pipa gas bumi hilir nasional.

Sumber : antara