Selasa , 06 Juni 2017, 23:09 WIB

PGN Ikut Sponsori Asian Games 2018

Red: Dwi Murdaningsih
Humas KONI Sumsel
Papan waktu hitung mundur Asian Games 2018 di Palembang.
Papan waktu hitung mundur Asian Games 2018 di Palembang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan-perusahaan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkomitmen menjadi sponsor Asian Games 2018. Salah satunya Perusahaan Gas Negara (PGN). Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan salah satu kontribusinya yakni dengan menyediakan pelayanan bagi atlet dan kontingen di Jakarta dan Palembang.

"Partisipasi BUMN bagaimana mendukung secara pelayanan ya 'kan, bagaimana pelayanan kita nanti kalau di bandara kita siap atau tidak karena direncanakannya kemungkinan bisa ada beberapa ratus ribu pengunjung yang akan datang dari mancanegara, jadi kita harus siapkan itu," kata Menteri Rini, pekan lalu.

Dalam rapat soal sponsorship bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla selaku ketua pengarah panitia pelaksana Asian Games 2018, Menteri Rini memimpin delegasi yang terdiri atas tujuh direktur utama BUMN, yakni Pertamina, BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN, PT Telkom, dan Perusahaan Gas Negara (PGN). Menteri Rini menunjuk Direktur Utama PT Telkom Alex Sinaga sebagai koordinator BUMN-BUMN dalam mensponsori Asian Games 2018.

"Pak wapres menekankan bahwa Asian Games ini adalah satu 'event' yang sangat-sangat prestisius, nomor dua setelah Olimpiade, oleh karena itu ini adalah kesempatan untuk Indonesia, bukan hanya atlet kita, tapi Indonesia sebagai negara itu berdiri di ajang internasional," kata dia.

Rini menambahkan, Wapres juga meminta BUMN untuk mengambil kesempatan Asian Games, Jakarta-Palembang, 18 Agustus-2 September 2018, sebagai media promosi karena penontonnya dari seluruh dunia melihat melalui TV, sosial media, internet.

"Ini harus benar-benar bisa dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia untuk menjadi ajang internasional kita bersama," kata dia.

Menurut Rini, bentuk sponsor BUMN lainnya untuk penyelenggaraan Asian Games di Jakarta dan Palembang juga akan dalam iklan, namun pihaknya belum dapat memberitahukan format yang akan dipakai. "Kita lihat semua karena pada dasarnya 'kan ada sistem 'sponsorship', yaitu sehubungannya ada yang tadi detailnya tidak terlalu ngerti yah, namanya prestige, ada partnership," kata dia.

Sumber : antara