Selasa , 06 June 2017, 22:30 WIB

Gas Bumi Mampu Hemat Biaya Produksi UKM Ini Hingga 60 Persen

Red: Dwi Murdaningsih
Republika/Agung Supriyanto
Petugas perusahaan Gas Negara (PGN) melakukan pengecekan meteran saluran pipa gas di Perumahan Permata Harjamukti, Cirebon, Jawa Barat, Senin (17/10).
Petugas perusahaan Gas Negara (PGN) melakukan pengecekan meteran saluran pipa gas di Perumahan Permata Harjamukti, Cirebon, Jawa Barat, Senin (17/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para pengusaha skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diklaim mampu bersaing di pasar karena menggunakan gas bumi yang disalurkan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN). Sekretaris Perusahaan PGN Santiaji Gunawan mengatakan penggunaan gas bumi banyak memberikan manfaat di antaranya lebih hemat dan aman dibanding bahan bakar lainnya.

"Para pengusaha skala UMKM mampu meningkatkan daya saingnya setelah memakai gas bumi," katanya.

Seorang pengusaha UMKM di Kabupaten Sidoarjo, Jawa TImur, Novayanti Rahman mengaku sudah merasakan keuntungan penggunaan gas PGN. Perempuan pengusaha kuliner soto banjar itu mengatakan penggunaan gas PGN mampu mengurangi biaya produksinya hingga 60 persen. Sebelumnya, Nova memakai elpiji tiga kilogram untuk memasak.

"Dahulu untuk beli elpiji tiga kg bisa habis lebih dari Rp 150.000 tiap bulan, sekarang dengan gas PGN, saya bayar kurang dari Rp 50.000, itu pun sudah termasuk biaya administrasi bank karena bayar lewat ATM," ujarnya.

Menurut dia, penghematan biaya tersebut membuatnya bisa menjual soto banjar dengan harga terjangkau. "Meski lebih murah, namun soal rasa boleh diadu, karena saya tidak mengurangi takaran bumbu atau menggunakan bahan yang tidak berkualitas. Kan saya sudah bisa berhemat dari biaya produksinya," katanya.

Dengan harga rendah, namun rasa tetap terjaga, ia mengaku bisa bersaing dan cepat mendapat pelanggan. Nova mengatakan dirinya mulai merasakan manfaat gas PGN sejak jaringan pipa gas masuk ke perumahannya, Magersari Permai, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur pada November 2016.
Awalnya, menurut dia, tidak banyak warga perumahannya mau menggunakan gas PGN.

"Mungkin mereka takut meledak atau apa, karena banyak berita miring di media soal kualitas pipa PGN dan lain sebagainya. Tapi, saya tidak percaya itu, karena saya yakin perusahaan sebesar PGN tidak akan main-main dengan kualitas jaringannya," ujar pensiunan pekerja media itu.

Kini, setelah hampir enam bulan menggunakan gas PGN dan merasakan penghematannya, Nova mengaku menjadi rujukan para tetangganya. "Kini, para tetangga yang belum pakai banyak bertanya, apakah lebih hemat, aman, dan saya dengan yakin menjawab bahwa menggunakan gas PGN jauh lebih hemat dan aman," ujarnya.

Santiaji mengakui sebagian masyarakat masih ragu menggunakan gas bumi karena belum tersampaikan informasi manfaatnya secara utuh. "Gas bumi merupakan energi baik yang memberikan banyak manfaat bagi ibu-ibu rumah tangga. Paling utama lebih hemat dan sangat aman. Tapi, kami akui masih banyak ibu-ibu yang ragu. Apa benar gas bumi aman dibanding bahan bakar lainnya. Untuk itu, kami terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat akan manfaat gas bumi ini," katanya.

Ia menambahkan saat ini PGN menyalurkan gas ke 168.973 pelanggan domestik, dengan rincian 165.392 rumah tangga, 1.929 UMKM, komersial, hotel, rumah sakit, restoran, dan rumah makan, serta 1.652 industri manufaktur skala besar dan pembangkit listrik.

"PGN telah melayani rumah tangga di Kota Cirebon sejak 1974 atau sudah 43 tahun dan Rusun Kebon Kacang, Jakarta sejak 1981 atau 36 tahun dan Alhamdulillah tidak pernah terjadi insiden dan masyarakat dapat nilai tambah dari penggunaan gas bumi yang hemat, praktis dan aman," kata Santiaji.

Sumber : antara