Selasa , 06 Juni 2017, 23:52 WIB

Proyek Gas Dumai Diharapkan Tingkatkan Ketahanan Energi

Red: Dwi Murdaningsih
Republika/Agung Supriyanto
Petugas melakukan pengecekan Meter Regulating Station (MRS) PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) di Jakarta, Kamis (6/4).
Petugas melakukan pengecekan Meter Regulating Station (MRS) PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) di Jakarta, Kamis (6/4).

REPUBLIKA.CO.ID, DUMAI, RIAU -- Pemerintah Kota Dumai, Provinsi Riau menyatakan pembangunan infrastruktur pipa distribusi gas bumi diharapkan dapat meningkatkan ketahanan energi dan menciptakan multi efek bagi ekonomi daerah. Kepala Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Penanaman Modal Kota Dumai Hendri Sandra di Dumai mengatakan, proyek gas sepanjang 137 kilometer ini juga akan menciptakan lapangan pekerjaan dan peningkatan pendapatan asli daerah dari pajak bumi bangunan.

"Manfaat dimulainya proyek gas ini telah dirasakan masyarakat berupa lapangan pekerjaan dan peningkatan omset industri serta usaha kecil menengah rumah tangga," kata Hendri kepada pers, belum lama ini.

Proyek gas dilaksanakan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk ini dijadwalkan rampung pada 2018 mendatang, dan pekerjaan berdasarkan penetapan Izin lokasi dari pemerintah dengan nomor 4601/17/Men-M/2016 tanggal 01 Juni 2016.
Program PGN sebagai badan usaha negara melayani kebutuhan energi gas bumi di Kota Dumai dalam rangka untuk peningkatan perekonomian telah mengantongi perizinan sesuai kebutuhan pembangunan proyek.

"Pembangunan jaringan gas bawah tanah sudah mengantongi izin prinsip dan izin lingkungan baik dari pemerintah pusat, provinsi maupun dari daerah," kata dia.

Selain itu, kehadiran pipa distribusi jaringan gas bumi ini nantinya dapat juga memberi banyak manfaat bagi masyarakat dan mendukung proses peralihan bahan bakar minyak ke gas. Pemerintah dan PGN juga membawa inisiatif pembangunan dan pengembangan jaringan pipa gas bumi ke area perumahan masyarakat agar dapat dinikmati oleh rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar memasak.

"Penggunaan gas bumi untuk rumah tangga dapat berhemat 50 persen dibanding bahan bakar elpiji, dan akan dilakukan penyaluran bertahap kepada pelaku usaha serta pelanggan sektor lainnya," kata dia.

PGN sebelumnya menyatakan siap mengganti aset daerah yang rusak akibat pekerjaan penanaman pipa gas bumi di sejumlah ruas jalan daerah tersebut. Kepala PT PGN Area Pekanbaru Arif Nurachman di Dumai mengatakan, untuk jaminan pelaksanaan terhadap kerusakan aset daerah sudah berkoordinasi dengan instansi terkait dan menyediakan anggaran.

"Jika ada aset daerah rusak akibat pekerjaan maka akan diganti," kata Arif, belum lama ini.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kota Dumai Muhammad Nasir menyebutkan, pemerintah daerah dan PGN menyepakati kerja sama peluang bisnis untuk menambah pendapatan asli daerah dari pelaksanaan proyek gas. Kerja sama dua pihak ini selanjutnya akan dilaksanakan oleh satu badan usaha perusahaan milik daerah agar bisa menggarap peluang bisnis yang dapat menambah pemasukan keuangan.

"Sudah dibuat kesepakatan bersama secara umum dengan PGN untuk menangkap peluang usaha untuk dijalankan perusahaan daerah, agar bisa berkontribusi keuangan," kata Arif.

Sumber : antara