Kamis , 11 May 2017, 23:19 WIB

Jateng Dorong Penggunaan jaringan Gas Rumah Tangga

Red: Dwi Murdaningsih
pgn
Petugas memeriksa ppa PGN di area Jawa Timur.
Petugas memeriksa ppa PGN di area Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong penggunaan jaringan gas untuk kebutuhan rumah tangga karena dari sisi biaya lebih murah dibandingkan dengan penggunaan elpiji biasa.
"Kami mendorong adanya jaringan gas kota ini, kalau bisa terealisasi akan sangat menolong, harganya hanya setengah dibandingkan elpiji biasa," kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah Teguh Dwi Paryono, belum lama ini.

Jaringan gas kota itu, katanya, sedang dikembangkan oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Khusus di Jawa Tengah, jaringan gas kota sedang dikembangkan di Kota Semarang dan Kabupaten Blora. Meski demikian, saat ini pengembangan untuk dua daerah tersebut belum optimal.

"Kalau sejauh ini, jumlah pelanggan di dua daerah tersebut baru mencapai 1.500 pelanggan. Kalau dihitung, secara BEP belum masuk. Tetapi ini kan penugasan, jadi harus dilakukan," katanya.

Dia mengatakan agar masuk BEP maka jumlah pelanggan harus ditambah.  Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya mendorong jaringan gas kota ini. "Kalau nanti sudah terealisasi maka masyarakat tidak perlu khawatir dengan adanya isu kelangkaan elpiji, mereka tetap bisa beraktivitas dengan menggunakan gas seperti biasa," katanya.


Mengenai pemerataan penyaluran di Jawa Tengah, Teguh mengatakan beberapa waktu ke depan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih akan tetap mengoptimalkan jaringan gas kota di Kota Semarang dan Kabupaten Blora. Baru setelah dua daerah itu penyalurannya berjalan optimal, jaringan gas kota dilakukan di daerah lain.

"Tetapi kami tetap melihat pasokan dari sumbernya dulu, bagaimana ketersediannya. Selain itu ada infrastruktur yang belum terbangun, jadi harus dibangun dulu," katanya.

Selain itu, katanya, yang tidak kalah penting adalah kebiasaan masyarakat dalam hal ini konsumen gas.  Menurut dia, sebagian masyarakat belum terbiasa dan masih khawatir dengan adanya jaringan gas kota ini.

"Mereka khawatir karena belum terbiasa, nanti kalau sudah terbiasa akan nyaman menggunakannya. Nantinya kami akan menyosialisasikan masalah ini," katanya.

Sumber : antara