Sabtu , 11 March 2017, 01:15 WIB

PGN Pasok Gas di Pelabuhan Milik Pelindo III

Rep: Binti Sholikah/ Red: Budi Raharjo
foto istimewa
Petugas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sedang memasang jaringan pipa gas bumi. ilustrasi
Petugas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sedang memasang jaringan pipa gas bumi. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA -- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk memasok gas ke palabuhan-pelabuhan yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). Kerja sama pemanfaatan gas bumi ini ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Direktur Utama Pelindo III Orias Petrus Moedak dan Direktur Komersial PGN Danny Praditya, di kantor pusat Pelindo III, Surabaya, Jumat (10/3).

Kerja sama ini mencakup bisnis pasokan gas bumi untuk operasional pelabuhan, pembangkit listrik, serta pemanfaatan, optimalisasi dan pengembangan infrastruktur gas bumi dan gas alam cair (LNG) di aset-aset milik Pelindo III. Menurut Orias, Pelindo III berupaya memanfaatkan energi yang ramah lingkungan dalam operasional pelabuhan.

Ia mencontohkan, Terminal Teluk Lamong telah membatasi operasional truk di terminal hanya untuk truk berbahan bakar gas. Orias mengatakan, pemanfaatan gas bumi dimulai di Pelabuhan Benoa, Bali. “Kami memiliki unit bisnis yang bergerak di bidang terminal LNG yang bertempat di Pelabuhan Benoa, Bali, yang saat ini juga menyalurkan gas untuk pembangkit listrik PLTDG Pesanggaran,” jelas dia dalam sambutannya.

Orias menambahkan, Pelindo III berencana memenuhi pasokan listrik melalui pembangkit yang dibangun oleh perusahaan. Sehingga pasokan listrik yang tadinya diperuntukkan bagi pelabuhan dapat dialokasikan kembali kepada masyarakat.

Direktur Komersial PGN Danny Praditya menyatakan PGN tidak hanya menjual gas, melainkan menciptakan nilai tambah bagi para mitra kerjanya. Pemanfaatan gas bumi dinilai ramah lingkungan dan merupakan produksi dalam negeri. Ia berharap kerjasama tersebut semakin meningkatkan penetrasi gas bumi ke semua wilayah di Tanah Air. “Teluk Benoa saat ini market size-nya di sana, kami mengoptimalkan fasilitas yang dimiliki Pelindo III. Yang sudah terukur 5 BBTUD (billion british termal unit per day),” ungkap Danny.

Menurut Danny, PGN juga akan membantu Pelindo III dalam menyiapkan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG), sumber daya manusia di bidang teknik, pembangkit listrik, dan penyediaan layanan jaringan telekomunikasi melalui jaringan kabel serat optik.

Danny menambahkan, selain Pelabuhan Benoa, PGN juga menyasar Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya dan Terminal Teluk Lamong di perairan Surabaya-Gresik. “Yang sudah masuk Teluk Lamong, kalau Perak untuk suplai gas dan gasifikasi, sehingga mendorong Pelabuhan Tanjung Perak menjadi green port,” ujar Danny.