Jumat , 10 Maret 2017, 11:19 WIB

Pertamina Berlakukan BBM Satu Harga di Pulau Telo

Red: Hazliansyah
Republika/Prayogi
Kebijakan satu harga bahan bakar minyak (BBM). (Prayogi/Republika)
Kebijakan satu harga bahan bakar minyak (BBM). (Prayogi/Republika)

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- PT Pertamina (Persero) telah memberlakukan kebijakan BBM satu harga di Pulau Telo di Kabupaten Nias Selatan, satu daerah terluar di Provinsi Sumatera Utara.

Area Manager Communication and Relation Pertamina Sumatera Bagian Utara Fitri Erika mengatakan, pemberlakuan satu harga di daerah yang masuk Kecamatan Pulau-pulau Batu itu dijalankan setelah adanya keputusan pemerintah.

Dengan kebijakan tersebut, masyarakat di Pulau Telo dapat membeli BBM sepeti di daerah lain yakni Premium Rp 6.450 per liter dan Solar Rp 5.150 per liter.

Sebelum pemberlakuan kebijakan tersebut, masyarakat Pulau Telo harus membeli BBM dengan harga yang lebih mahal yang umumnya di atas Rp 10.000 per liter.

Ia mengatakan Pertamina terus berupaya mendistribusikan BBM ke Pulau Telo meski harus menempuh jarak yang cukup jauh dan menghabiskan waktu yang cukup lama.

Dari Terminal BBM di Kota Gunung Sitoli, BBM tersebut diangkut melalui mobil tangki selama tiga jam jalur darat ke Teluk Dalam, Nias Selatan.

Setelah itu, BBM diangkut dengan kapal selama 7-8 jam melalui jalur laut menuju Pulau Telo di Kecamatan Pulau-pula Batu, Nias Selatan.

"Akhirnya, bisa disalurkan kepada masyarakat dengan harga Rp 6.450 per liter untuk Premium dan Rp5.150 per liter untuk solar," kata dia, Jumat.

Sebelumnya, Pertamina merealisasikan BBM Satu Harga di sembilan wilayah, salah satunya di Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara.

Dengan kebijakan itu, sejak akhir Februari 2017, warga di daerah tersebut bisa mendapatkan Premium dan dengan harga normal.

Sebelumnya BBM di wilayah itu dibeli dengan harga Rp 8.000- 15.000 per liter untuk Premium dan kisaran Rp 7.000-Rp 18.000 per liter untuk Solar. 

Sumber : Antara