Rabu , 31 Agustus 2016, 18:40 WIB

Cara PGN Raih Laba di Tengah Sulitnya Situasi Ekonomi

Rep: Frederikus Bata/ Red: Budi Raharjo
Antara/Rivan Awal Lingga
Pekerja melakukan pengecatan pipa gas milik PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) di Jakarta, Jumat (12/8).
Pekerja melakukan pengecatan pipa gas milik PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) di Jakarta, Jumat (12/8).

REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta -- Kinerja PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Persero Tbk tetap baik di tengah menurunnya harga minyak dunia serta nilai tukar rupiah yang berfluktuasi. Sepanjang semester I 2016, PGN membukukan pendapatan bersih 1,44 miliar dolar AS. 

 

Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 23 juta dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada 2015, pendapatan bersih PGN 1,42 miliar dolar AS. Peningkatan pendapatan emiten berkode PGAS tersebut diperoleh dari hasil kontribusi pipa transmisi gas bumi Kalija I, yang dioperasikan PT Kalimantan Jawa Gas.

 

Laba operasi PGN pada Semester I 2016 sebesar 262 juta dolar AS. Sementara laba bersih sebesar 152 juta dolar AS atau Rp 2 triliun (kurs rata-rata di semester I 2016 sebesar Rp 13.424 per dolar AS).

 

Adapun EBITDA sebesar 431 juta dolar AS.  Itu mengalami kenaikan 14 juta dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. "Kami melakukan berbagai upaya efisiensi sehingga mampu mencetak laba di tengah kondisi perekonomian yang sedang mengalami perlambatan," kata Sekretaris Perusahaan PGN, Heri Yusup, di Jakarta, Rabu (31/8/).

 

Selama periode Januari-Juni 2016, PGN menyalurkan gas bumi sebesar 1.613  juta kaki kubik per hari (mmscfd)  Jumlah tersebut naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu,  yakni sebesar 1.554 mmscfd. Rinciannya, sepanjang Semester I 2016 volume gas distribusi sebesar 796 mmscfd, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 790 mmscfd. Volume transmisi gas bumi sebesar 816 mmscfd, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 763 mmscfd.

 

Heri mengatakan, sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan perekonomian nasional, PGN optimistis kinerja perusahaan juga akan semakin baik. Meskipun kondisi perekonomian mengalami perlambatan, PGN, kata dia,  tetap mengembangkan infrastruktur gas bumi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat. 

 

Heri mengungkapkan, PGN bakal semakin agresif membangun infrastruktur gas bumi nasional guna meningkatkan pemanfaatan produksi gas nasional. Pada semester I-2016 infrastruktur pipa gas PGN bertambah sepanjang lebih dari 186 kilometer (km)  dan saat ini mencapai lebih dari 7.212 km atau setara dengan 76 persen pipa gas bumi hilir nasional.

 

Sejumlah proyek yang telah dirampungkan PGN dengan tepat waktu seperti proyek pipa gas Kalisogo-Waru, Jawa Timur. Panjangnya sekitar 30 km.  PGN juga menyelesaikan proyek di ruas Jetis-Ploso di wilayah Mojokerto sampai Jombang sepanjang 27 km. Juga proyek ruas Kejayan-Purwosari di Pasuruan sepanjang 15 km.

 

Selain di Jawa Timur, PGN juga menyelesaikan proyek infrastruktur pipa gas bumi sepanjang 18,3 km di Batam. Proyek pipa gas yang berada di kawasan bisnis Batam ini akan menyalurkan gas bumi ke wilayah Nagoya, Lubuk Baja, dan Jodoh di Batam. "PGN  terus berkomitmen membangun dan memperluas infrastruktur gas nasional, walau di tengah kondisi ekonomi yang belum membaik dan turunnya harga minyak mentah dunia," ujar Heri. n